Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

8/04/2012

ASI: Cairan Ajaib Yang Selamatkan Bayiku


Ini adalah kisah luar biasa tentang perjuangan seorang ibu yang ingin memberikan ASI kepada sang buah hati yang lahir dalam kondisi kritis.

Walau dalam keadaan terbaring lemah pascaoperasi dan terpukul setelah kehilangan salah satu bayinya, ibu bernama Lia Muzdalifah ini tidak gampang menyerah.  Ia terus berupaya keras untuk mengeluarkan ASI dari payudaranya.

Dengan modal semangat dan dukungan dari orang terdekat, kerja keras Lia akhirnya membuahkan hasil yang manis. Secara bertahap ia mampu meningkatkan produksi ASI-nya dan menyelamatkan sang buah hati yang kini sudah tumbuh dan berkembang menjadi bayi sehat.

Berikut ini adalah kisah inspiratif Lia seperti yang ia tuturkan dalam website AIMI :

Lia dan Abell sang buah hati


Ketika mengetahui bahwa aku hamil kembar identik (satu kantung kehamilan), rasanya aku bahagia sekali. Aku akan dikarunia dua bayi sekaligus! Setiap bulan aku rutin memeriksakan kandungan ke dokter, untuk memastikan kedua bayiku tumbuh sehat di dalam rahimku. Kedua bayi tampak sangat sehat menurut dokterku, hingga kontrol terakhir pada usia kandungan 6 bulan.

Ternyata Tuhan berkehendak lain

Pada usia kandungan sekitar 6,5 bulan, keluar cairan bening yang banyak sekali dari vagina. Aku hubungi dokter dan beliau bilang tidak apa-apa, kemungkinan hanya akibat peregangan. Namun aku kemudian merasa kesakitan dan ada flek berupa darah segar. Pada hari Senin, 28 Maret 2011, dari kantor, aku segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa, sesuai arahan dokter kandungan.

Ternyata menurut hasil USG, salah satu bayiku sudah meninggal. Rasa sedih tak terkira kurasakan waktu itu.

Setelah berkonsultasi dengan dokter, kami sepakat untuk menahan kelahiran bayi yg selamat setidaknya hingga berat badannya cukup dan usia kandungan lewat 7 bulan. Tapi ternyata badanku sudah tidak sanggup menahan kontraksi-kontraksi yang terjadi. Ternyata sudah ada pembukaan 3 cm yang terhalang dengan semacam balon.

Pada hari ke-3 aku dipindahkan ke RS yang lebih besar karena aku semakin kesakitan, demam, kontraksi terus menerus, dan HB turun terus. Kondisiku semakin melemah ditambah lagi harus menahan semua obat-obatan yang masuk (termasuk penahan kontraksi yang akhirnya membuat jantungku tidak kuat). Di RS ini aku bertahan hingga hampir 2 minggu. Namun kondisiku terus melemah sehingga keluarga memutuskan agar aku segera melahirkan bayiku.

Hari Jum’at, 8 April 2011 aku menjalani operasi caesar dan melahirkan bayi kembarku. Annabelle (Abelle) selamat dengan berat badan 934 gram. Sedangkan Isabelle meninggal dan dimakamkan esok harinya oleh suami dan ibuku serta keluarga besarku.

ASI untuk hidup bayiku

Saat dirawat pasca melahirkan, para perawat bertanya apakah ASI sudah keluar. Dalam suasana duka yang terasa berat, aku kebingungan. Perawat mencoba memencet dan memijat payudaraku, tidak ada ASI yang keluar hingga beberapa hari. Sempat terpikir untuk menghubungi AIMI untuk meminta bantuan, tapi waktu itu rasanya aku tidak punya tenaga untuk berpikir. Padahal aku baru saja menjadi anggota AIMI dan menerima paket member saat dirawat di RS.

Aku baru bisa menemui Abelle pada hari ke-3, di ruang NICU. Dia begitu mungil dan kelihatan tidak berdaya.  Banyak yang dialami Abelle, mulai dari kuning, menjalani cuci darah, nyaris menjalani operasi penutupan saluran jantung dan lain-lain. Syukurlah beberapa teman kantorku bersedia menjadi donor darah buat Abelle. Sementara ASI ku belum keluar, Abelle diberikan cairan NaCl (kalau tidak salah) melalui tali pusarnya yang disambung dengan semacam selang kecil seolah-olah tali pusar masih tersambung dengan ibu.

Aku berniat tidak membiarkan Abelle diberi formula. Aku bertekad bagaimanapun caranya, ASI ku harus keluar! Hanya ASI yang baik untuk perkembangan berat badan dan kesehatannya. Semua dokter dan perawat mengatakan bahwa ASI penting sekali untuk perkembangan bayi prematur.

Mendengar penjelasan dokter dan perawat, aku makin stress karena ASI masih belum keluar. Tapi aku terus berusaha. Memijat, mengompres terus aku lakukan walau belum kelihatan hasilnya. Semua teman dan keluarga selalu memberi dukungan, khususnya Mamaku dan suamiku.

Akhirnya suatu hari keluar sedikit cairan bening seperti susu. Subhanallah. Aku meneteskan air mata saat itu. ASI hanya keluar setetes demi setetes, namun aku terus berusaha. Dalam waktu 2-3 jam aku berhasil mendapatkan 5-6 ml ASI. Walau sedikit, aku merasa sangat bahagia dan langsung aku antar untuk Abelle di ruang NICU. Keesokan harinya aku pompa lagi dan dalam 2 jam dapat 10 ml. Aku makin semangat.

Hari demi hari, aku jalani dengan niat dan semangat. ASI-ku harus ada untuk asupan bayiku yang sangat membutuhkannya. Alhamdulillah, hari demi hari ASI terus bertambah. Dari 2 jam 10 ml, menjadi 20 ml, 30ml. Dari 2 jam menjadi 1 jam. Sekarang aku bisa memompa 100-250 ml dalam 15 – 20 menit. Subhanallah.

Saat itulah aku percaya, jika kita terus berusaha, pasti akan berhasil, dalam keadaan apapun. Ternyata benar kata orang, setiap wanita pasti bisa menyusui, termasuk aku. Melahirkan bayi prematur, dalam keadaan sakit. Dengan semangat dan niat, akhirnya berhasil juga memproduksi ASI yang cukup.

Abelle akhirnya bisa pulang ke rumah pada 3 Juni 2011 di usia hampir 2 bulan dengan BB 1,770 kg.

Menikmati perjuangan

Alhamdulillah hingga kini Abelle hanya minum ASI dari aku saja. Selama 3 hari pertama ia dipuasakan, dan hanya dengan cairan NaCl melalui tali pusar hingga aku dapat menyetor ASI kepada Abelle.

Sekarang Abelle sudah menginjak usia 7 bulan sejak usia kelahirannya dan masih full ASI. Berat badannya sudah lebih dari 5 kg! Abelle belum diberikan MPASI, karena dokter menyarankan untuk menunda MPASI dulu.

Aku sadar perjuanganku tidak berhenti sampai disini. Setelah cuti dari pekerjaan selama 6 bulan lamanya, aku kembali bekerja sebulan yang lalu. Rasa khawatir sempat menyerang, pikiran dipenuhi akan cukup atau tidak ASI-ku untuk Abelle serta bagaimana manajemen ASIP di hari-hari yang sangat sibuk.

Aku menyampaikan pada rekan kerja dan atasan bahwa pada jam kerja aku akan meminta izin untuk memompa ASI. Syukurlah mereka bisa mengerti. Sekarang tugasku adalah semangat dan rajin memompa!

Walau kadang-kadang jumlah ASIP yang diminum Abelle lebih banyak daripada yang aku perah, namun Alhamdulillah hingga hari ini ASIP untuk Abelle cukup dan ready stock hehehe. Namun, aku selalu susui Abelle langsung jika aku di rumah. Sempat mesin pompa rusak, masya Allah paniknya setengah mati, karena sudah sangat cocok dengan produk tersebut. Akhirnya aku mulai belajar memerah dengan tangan, Subhanallah ternyata mudah!

Menyusui itu berkah

Untuk para ibu dan calon ibu, semangat terus yaaa. Never give up! Give the best for your baby(ies). Anak adalah berkah dan amanat dari Tuhan yang tak ternilai. ASI lah yang terbaik untuk anak kita.

Merasa sedih, ketakutan hingga menangis, berkali-kali aku alami tapi aku berusaha untuk kembali positive thinking. Suami terus mendukung dan menyemangatiku. Sekarang aku percaya bahwa setiap Ibu pasti bisa menyusui.

Mohon doa agar anakku Annabelle Maleeka Victoria Putransyah selalu disehatkan dan disempurnakan tumbuh kembangnya. Semoga aku bisa lanjuuuutt menyusuinya sampai semaksimal yang aku mampu. Aamiin.

PS. Terimakasih Ayah Alfa yang sudah sangat baik dan sangat supportive selama ini, Ibu tidak bisa lakukan ini semua tanpa dukungan Ayah… (hiks hiks terharu lagi)…

7/01/2012

Bermimpi?? Jangan Takut...


girlguiding.org.uk


Mimpi umumnya diartikan sebagai bunga tidur. Semua orang tentu pernah mengalami  mimpi dalam tidurnya, entah itu mimpi indah ataupun mimpi buruk. Definisi mimpi dalam kamus bahasa Indonesia adalah sesuatu yang terlihat dan dialami dalam tidur.

Dalam beberapa teori psikologi, mimpi diartikan sebagai penghubung antara kondisi bangun dan tidur yang bisa jadi merupakan ekspresi yang terdistorsi atau keinginan yang tidak terungkap saat terjaga. Suatu saat suami saya bercerita bahwa beberapa kali dia bermimpi tubuhnya melayang, lalu apakah ini adalah keinginannya yang tidak terungkap? Atau ini hanya imajinasinya saja? Saya juga tidak paham tentang ini.

Mimpi dalam kamus bahasa Indonesia juga bisa diartikan sebagai angan-angan. Ada pepatah bijak yang mengatakan "Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu". Dan saya pribadi menganggap bahwa mimpi itu adalah sebuah do'a yang terucap dengan lisan ataupun hanya dalam hati. Beberapa kali saya membuktikan bahwa mimpi itu adalah sebuah do'a. Seolah Tuhan mencatat mimpi kita lalu mewujudkannya suatu saat.

Mungkin tak terbayang di benak saya yang menghabiskan masa kecil di sebuah desa di ujung timur pulau Jawa bisa melintasi beberapa negara bahkan tinggal di negeri orang seperti sekarang. Namun saya masih bisa mengingat, saya pernah berangan-angan bisa naik pesawat, karena seringkali saya melihat pesawat melintas di atas langit desa. Lalu ingin pergi ke Jakarta karena melihat tayangan tentang ibukota negara itu di televisi adalah kota yang mengagumkan dengan gedung-gedung tinggi yang tentu saja tidak pernah saya lihat di desa tempat saya tinggal.

Dan entah kenapa waktu saya kecil dulu begitu ingin melihat pulau Sumatera bahkan sampai sekarang saya tak pernah menemukan alasannya. Pergi ke luar negeri? Sebuah mimpi yang mungkin terdengar mengada-ada jika saya utarakan pada kedua orang tua saya dulu. Rasanya untuk anak kecil yang tinggal di desa, mimpi itu terlalu tinggi saat itu. Atau bahkan mimpi saya terlalu  "ndeso" buat sebagian orang. Tapi namanya saja angan-angan, setiap orang bebas berangan-angan kan?

Angan-angan tinggi yang rasanya tak terjangkau kemudian menjadi kenyataan. Wah! Rasanya saya pun menjadi saksi keajaiban mimpi itu. Satu persatu mimpi masa kecil saya seolah dihamparkan di depan mata. Mulai dari melihat Jakarta, naik pesawat, pergi ke Sumatera dan pergi ke luar negeri. Bahkan Jakarta, naik pesawat, Sumatera lebih dari yang saya impikan. Melihat Jakarta beberapa kali, naik pesawat mungkin hampir tak terhitung bahkan Sumatera saya pernah tinggal di pulau itu selama hampir 10 tahun. Lalu pergi ke luar negeri juga lebih dari yang saya impikan. Mimpi yang dulu sepertinya tidak mungkin menjadi nyata tanpa saya duga.

Mesir, juga bagian dari mimpi saya walaupun bukan mimpi masa kecil. Mimpi yang tiba-tiba saja muncul saat saya membaca sebuah buku sejarah. Yang terpikir dalam benak saya saat itu, betapa menariknya Mesir dimana sejarah dunia banyak berawal dari sana. Bangunan-bangunan tua, tempat-tempat bersejarah Islam membuat Mesir ada di dalam daftar mimpi saya. Dua novel kang Abiek yang berlatar belakang Mesir membuat mimpi saya kian menggebu ingin melihat negeri itu. Dan saya sungguh tak menduga ketika suami ditugaskan di Kairo dari perusahaan tempatnya bekerja. Subhanallah... satu lagi mimpi saya yang jadi kenyataan.

Dan kini, saya tak lagi ragu untuk bermimpi. Karena saya yakin mimpi, angan-angan dan cita-cita itu adalah do'a. Lalu ketika anak saya mengatakan pada saya, bahwa kalau besar ingin sekolah ke Inggris. Saya yakinkan padanya, sangat boleh. Dan anak satu lagi berkata bahwa dia ingin ke Perancis. Ohhh.. why not?? Saya katakan padanya, "Suatu saat mimpimu itu bisa terwujud, entah dengan cara apa Tuhan pasti mewujudkannya nanti. " Saya pikir itu juga semacam motivasi untuk mereka, motivasi untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka dengan usaha keras dalam belajar. Karena mimpi saja belum cukup tanpa usaha.


Jadi jangan pernah takut untuk bermimpi dan jangan pernah remehkan mimpi karena mimpi adalah do'a.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India