Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan

8/04/2012

5 Problem Paling Umum Saat Menyusui




ASI adalah sumber makanan utama dan terbaik untuk bayi. Hampir semua ibu ingin memberikan ASI kepada buah hati mereka, namun sayangnya hal ini seringkali tidak selalu berjalan mulus.

Banyak hal yang menyebabkan gagalnya pemberian ASI. Meski begitu, sebagian besar tantangan ini umumnya bisa diatasi dengan bantuan konsultan laktasi. Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja tantangan yang umum dijumpai saat memberikan ASI, berikut adalah ulasannya seperti yang dipaparkan dalam laman healthychildren.org :

1. Rasa yang berubah

Satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika bayi Anda tak mau lagi menyusu adalah apakah rasa ASI Anda telah berubah. Rasa ASI dapat berubah karena beberapa alasan, misalnya mengonsumsi  makanan yang berbeda, pengaruh obat, olahraga berat yang dapat menyebabkan penumpukan sementara asam laktat, infeksi payudara seperti mastitis, perubahan rasa kulit yang disebabkan oleh penggunaan lotion, krim atau minyak pada payudara.

Menghindari faktor pemicu di atas mungkin dapat mendorong bayi untuk menyusui pada tingkat yang normal. Jika Anda mengalami mastitis ( (infeksi pada jaringan payudara), segera konsultasikan ke dokter. Setelah infeksi diobati, rasa ASI anda akan kembali normal.

Jika bayi Anda lebih cepat berhenti menyusu, cobalah memijat payudara Anda dan memompa sedikit susu sebelum Anda mulai menyusui. Dengan cara ini, ASI Anda akan mengalir lebih cepat dan bayi Anda akan merasa lebih puas.

2. Stres

Jika Anda tidak yakin bahwa rasa ASI yang menyebabkan masalah, pertimbangkanlah apakah Anda sedang mengalami ketegangan atau stres. Ketidaknyamanan emosional tersebut dapat dikomunikasikan kepada bayi Anda untuk mengurangi tingkat stres. Seorang ibu memang tidak bisa selalu bebas dari stres, tetapi untuk saat-saat tertentu (sebelum menyusui), lakukanlah kegiatan yang menyenangkan yang bisa membuat pikiran Anda rileks. Mengambil waktu untuk santai sejenak tidak hanya membantu bayi Anda mendapatkan lebih banyak ASI tetapi juga menurunkan tingkat stres pada diri Anda sendiri.

3. Penyakit

Adanya penyakit tertentu yang dialami bayi mungkin akan membuatnya lebih sulit untuk menyusui. Menurunnya minat makan yang disertai kelesuan, muntah demam, atau diare, batuk, atau kesulitan bernapas mungkin mengindikasikan suatu penyakit tertentu. Konsultasikan kepada dokter anak atau dokter keluarga jika bayi Anda menolak makan.

Penyakit pada bayi dapat mempengaruhi pola makan bayi sehingga menurunkan jumlah ASI yang diterimanya. Jika bayi Anda mengalami pilek dan menyebabkan hidung tersumbat, mungkin akan sulit baginya untuk bernapas saat makan. Membersihkan saluran hidung bayi dengan semprotan sebelum makan dapat membantu mengatasi sumbatan pada hidung untuk sementara. Masalah lain seperti ingin tumbuh gigi juga dapat menyebabkan sakit gusi saat menyusui.

4. Gumoh

Gumoh adalah kondisi yang seringkali menimpa hampir setiap bayi. Namun sebenarnya kondisi ini tidak perlu terlalu dikhwatirkan. Selama bayi Anda tampak nyaman dan tidak mengalami masalah berat badan, hal itu tampaknya bukan menjadi masalah serius. Tetapi bila gumoh terlalu sering dialami oleh bayi, memang harus diwaspadai. Bisa jadi ini adalah gejala gastroesophageal reflux disease (GERD), sehingga perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Gumoh sebetulnya dapat diminimalkan dengan membuat suasana menyusui tenang dan santai. Hindari interupsi, suara yang mengagetkan bayi, cahaya terang, dan gangguan lainnya. Cobalah untuk menggendong bayi Anda lebih tegak selama dan setelah menyusui. Jangan mengajak bayi Anda bermain segera setelah ia selesai menyusu.

Jika bayi Anda muntah beberapa kali dan melihat darah atau warna hijau gelap ketika ia muntah, hubungi dokter anak segera. Biasanya dokter akan memantau berat badannya dan memeriksa tanda-tanda penyakit yang lebih serius.

5. Dehidrasi

Cara terbaik untuk memastikan bayi Anda mendapatkan cukup ASI adalah untuk memantau kondisi fisiknya, berat badan, dan isi popoknya. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak jika Anda melihat anak Anda tidak menunjukkan minat makanan, mulut atau mata kering, atau memproduksi popok basah lebih sedikit dari biasanya. Ini mungkin tanda-tanda dehidrasi. Dehidrasi berat umumnya jarang terjadi pada bayi yang cukup mendapat ASI. Dehidrasi pada bayi bisa sangat berbahaya atau bahkan mengancam jiwa dan yang paling mungkin terjadi ketika bayi menolak untuk makan, sering muntah atau diare.


Sumber : health.kompas.com

ASI: Cairan Ajaib Yang Selamatkan Bayiku


Ini adalah kisah luar biasa tentang perjuangan seorang ibu yang ingin memberikan ASI kepada sang buah hati yang lahir dalam kondisi kritis.

Walau dalam keadaan terbaring lemah pascaoperasi dan terpukul setelah kehilangan salah satu bayinya, ibu bernama Lia Muzdalifah ini tidak gampang menyerah.  Ia terus berupaya keras untuk mengeluarkan ASI dari payudaranya.

Dengan modal semangat dan dukungan dari orang terdekat, kerja keras Lia akhirnya membuahkan hasil yang manis. Secara bertahap ia mampu meningkatkan produksi ASI-nya dan menyelamatkan sang buah hati yang kini sudah tumbuh dan berkembang menjadi bayi sehat.

Berikut ini adalah kisah inspiratif Lia seperti yang ia tuturkan dalam website AIMI :

Lia dan Abell sang buah hati


Ketika mengetahui bahwa aku hamil kembar identik (satu kantung kehamilan), rasanya aku bahagia sekali. Aku akan dikarunia dua bayi sekaligus! Setiap bulan aku rutin memeriksakan kandungan ke dokter, untuk memastikan kedua bayiku tumbuh sehat di dalam rahimku. Kedua bayi tampak sangat sehat menurut dokterku, hingga kontrol terakhir pada usia kandungan 6 bulan.

Ternyata Tuhan berkehendak lain

Pada usia kandungan sekitar 6,5 bulan, keluar cairan bening yang banyak sekali dari vagina. Aku hubungi dokter dan beliau bilang tidak apa-apa, kemungkinan hanya akibat peregangan. Namun aku kemudian merasa kesakitan dan ada flek berupa darah segar. Pada hari Senin, 28 Maret 2011, dari kantor, aku segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa, sesuai arahan dokter kandungan.

Ternyata menurut hasil USG, salah satu bayiku sudah meninggal. Rasa sedih tak terkira kurasakan waktu itu.

Setelah berkonsultasi dengan dokter, kami sepakat untuk menahan kelahiran bayi yg selamat setidaknya hingga berat badannya cukup dan usia kandungan lewat 7 bulan. Tapi ternyata badanku sudah tidak sanggup menahan kontraksi-kontraksi yang terjadi. Ternyata sudah ada pembukaan 3 cm yang terhalang dengan semacam balon.

Pada hari ke-3 aku dipindahkan ke RS yang lebih besar karena aku semakin kesakitan, demam, kontraksi terus menerus, dan HB turun terus. Kondisiku semakin melemah ditambah lagi harus menahan semua obat-obatan yang masuk (termasuk penahan kontraksi yang akhirnya membuat jantungku tidak kuat). Di RS ini aku bertahan hingga hampir 2 minggu. Namun kondisiku terus melemah sehingga keluarga memutuskan agar aku segera melahirkan bayiku.

Hari Jum’at, 8 April 2011 aku menjalani operasi caesar dan melahirkan bayi kembarku. Annabelle (Abelle) selamat dengan berat badan 934 gram. Sedangkan Isabelle meninggal dan dimakamkan esok harinya oleh suami dan ibuku serta keluarga besarku.

ASI untuk hidup bayiku

Saat dirawat pasca melahirkan, para perawat bertanya apakah ASI sudah keluar. Dalam suasana duka yang terasa berat, aku kebingungan. Perawat mencoba memencet dan memijat payudaraku, tidak ada ASI yang keluar hingga beberapa hari. Sempat terpikir untuk menghubungi AIMI untuk meminta bantuan, tapi waktu itu rasanya aku tidak punya tenaga untuk berpikir. Padahal aku baru saja menjadi anggota AIMI dan menerima paket member saat dirawat di RS.

Aku baru bisa menemui Abelle pada hari ke-3, di ruang NICU. Dia begitu mungil dan kelihatan tidak berdaya.  Banyak yang dialami Abelle, mulai dari kuning, menjalani cuci darah, nyaris menjalani operasi penutupan saluran jantung dan lain-lain. Syukurlah beberapa teman kantorku bersedia menjadi donor darah buat Abelle. Sementara ASI ku belum keluar, Abelle diberikan cairan NaCl (kalau tidak salah) melalui tali pusarnya yang disambung dengan semacam selang kecil seolah-olah tali pusar masih tersambung dengan ibu.

Aku berniat tidak membiarkan Abelle diberi formula. Aku bertekad bagaimanapun caranya, ASI ku harus keluar! Hanya ASI yang baik untuk perkembangan berat badan dan kesehatannya. Semua dokter dan perawat mengatakan bahwa ASI penting sekali untuk perkembangan bayi prematur.

Mendengar penjelasan dokter dan perawat, aku makin stress karena ASI masih belum keluar. Tapi aku terus berusaha. Memijat, mengompres terus aku lakukan walau belum kelihatan hasilnya. Semua teman dan keluarga selalu memberi dukungan, khususnya Mamaku dan suamiku.

Akhirnya suatu hari keluar sedikit cairan bening seperti susu. Subhanallah. Aku meneteskan air mata saat itu. ASI hanya keluar setetes demi setetes, namun aku terus berusaha. Dalam waktu 2-3 jam aku berhasil mendapatkan 5-6 ml ASI. Walau sedikit, aku merasa sangat bahagia dan langsung aku antar untuk Abelle di ruang NICU. Keesokan harinya aku pompa lagi dan dalam 2 jam dapat 10 ml. Aku makin semangat.

Hari demi hari, aku jalani dengan niat dan semangat. ASI-ku harus ada untuk asupan bayiku yang sangat membutuhkannya. Alhamdulillah, hari demi hari ASI terus bertambah. Dari 2 jam 10 ml, menjadi 20 ml, 30ml. Dari 2 jam menjadi 1 jam. Sekarang aku bisa memompa 100-250 ml dalam 15 – 20 menit. Subhanallah.

Saat itulah aku percaya, jika kita terus berusaha, pasti akan berhasil, dalam keadaan apapun. Ternyata benar kata orang, setiap wanita pasti bisa menyusui, termasuk aku. Melahirkan bayi prematur, dalam keadaan sakit. Dengan semangat dan niat, akhirnya berhasil juga memproduksi ASI yang cukup.

Abelle akhirnya bisa pulang ke rumah pada 3 Juni 2011 di usia hampir 2 bulan dengan BB 1,770 kg.

Menikmati perjuangan

Alhamdulillah hingga kini Abelle hanya minum ASI dari aku saja. Selama 3 hari pertama ia dipuasakan, dan hanya dengan cairan NaCl melalui tali pusar hingga aku dapat menyetor ASI kepada Abelle.

Sekarang Abelle sudah menginjak usia 7 bulan sejak usia kelahirannya dan masih full ASI. Berat badannya sudah lebih dari 5 kg! Abelle belum diberikan MPASI, karena dokter menyarankan untuk menunda MPASI dulu.

Aku sadar perjuanganku tidak berhenti sampai disini. Setelah cuti dari pekerjaan selama 6 bulan lamanya, aku kembali bekerja sebulan yang lalu. Rasa khawatir sempat menyerang, pikiran dipenuhi akan cukup atau tidak ASI-ku untuk Abelle serta bagaimana manajemen ASIP di hari-hari yang sangat sibuk.

Aku menyampaikan pada rekan kerja dan atasan bahwa pada jam kerja aku akan meminta izin untuk memompa ASI. Syukurlah mereka bisa mengerti. Sekarang tugasku adalah semangat dan rajin memompa!

Walau kadang-kadang jumlah ASIP yang diminum Abelle lebih banyak daripada yang aku perah, namun Alhamdulillah hingga hari ini ASIP untuk Abelle cukup dan ready stock hehehe. Namun, aku selalu susui Abelle langsung jika aku di rumah. Sempat mesin pompa rusak, masya Allah paniknya setengah mati, karena sudah sangat cocok dengan produk tersebut. Akhirnya aku mulai belajar memerah dengan tangan, Subhanallah ternyata mudah!

Menyusui itu berkah

Untuk para ibu dan calon ibu, semangat terus yaaa. Never give up! Give the best for your baby(ies). Anak adalah berkah dan amanat dari Tuhan yang tak ternilai. ASI lah yang terbaik untuk anak kita.

Merasa sedih, ketakutan hingga menangis, berkali-kali aku alami tapi aku berusaha untuk kembali positive thinking. Suami terus mendukung dan menyemangatiku. Sekarang aku percaya bahwa setiap Ibu pasti bisa menyusui.

Mohon doa agar anakku Annabelle Maleeka Victoria Putransyah selalu disehatkan dan disempurnakan tumbuh kembangnya. Semoga aku bisa lanjuuuutt menyusuinya sampai semaksimal yang aku mampu. Aamiin.

PS. Terimakasih Ayah Alfa yang sudah sangat baik dan sangat supportive selama ini, Ibu tidak bisa lakukan ini semua tanpa dukungan Ayah… (hiks hiks terharu lagi)…

7/26/2012

Kenapa di Mesir Harga Bahan Pokok Tak Pernah Naik Ya??


Di Indonesia kenaikan harga barang-barang kebutuhan dapur yang mendadak melambung sepertinya menjadi hal lumrah kita dengar terutama saat menjelang Ramadhan dan lebaran. Naiknya permintaan tanpa disertai tersedianya barang menjadi alasan harga barang melambung. Ada yang bilang kenaikan ini wajar, ada pula yang mengatakan bahwa kenaikan ini adalah kebiasaan buruk tahunan. Entah ini sengaja atau memang tidak dipersiapkan sebelumnya, yang jelas stok barang kebutuhan seakan menipis menjelang bulan puasa.

Tulisan mbak Ilyani Sudardjat tentang kemungkinan naiknya harga cabe karena gagal panen dan langkanya kedelai sebagai bahan baku tahu dan tempe juga semakin menambah panjang "penderitaan" konsumen. Bahkan beberapa hari menjelang bulan ramadhan (18/7) saya sempat membaca disebuah media online bahwa harga ayam di Kotabaru, Kalimantan Selatan mencapai 100 ribu rupiah per ekor. Wah..!

Waktu tinggal di Pekanbaru, "pedas"nya harga cabe juga beberapa kali saya rasakan. Waktu itu harga cabe pernah menyentuh harga 80 ribu rupiah/kg. Untungnya saya bukan mania cabe, jadi kenaikan harganya tak berpengaruh banyak pada sendi-sendi perekomian keluarga... hehehe.
Tidak hanya itu, beberapa isu juga bisa menyebabkan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok hingga kadang tak terkendali. Misalnya saja isu kenaikan gaji PNS atau isu naiknya harga BBM, belum terlaksana harga barang di pasar sudah naik duluan.

Harga Bahan Pokok di Mesir

Hampir setahun saya tinggal di Kairo, tentu saja saya sudah akrab dengan urusan yang berbau pasar di kota ini. Maklumlah saya ibu rumah tangga yang terlanjur cinta dengan dapur jadi urusan ke pasar sudah menjadi wilayah kekuasaan saya. Tiap minggu saya memang wajib berurusan dengan pasar dan isinya karena kalau tidak, kulkas di rumah bakalan kosong tak berpenghuni hehehe..

Nah, karena saya sudah akrab dengan aroma pasar maka saya tahu banyak soal harga barang-barang kebutuhan dapur di pasar. Beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, ikan, sayur mayur, buah, bawang merah, bawang putih, sampai cabe merah yang sebelumnya saya pikir tidak tersedia di pasar tradisional Kairo. Sejak pertama saya berbelanja di sebuah pasar di daerah Maadi dekat tempat tinggal saya hingga saat ini, hampir tak pernah saya menemukan kenaikan harga yang signifikan. Padahal beberapa momen besar seperti lebaran Idul Fitri dan Idul Adha juga Ramadhan seperti sekarang saya lalui di Kairo.

Misalnya saja harga bawang merah yang hanya 2 LE (Rp. 3000)/kg, harga itu sudah sejak lama bahkan kata mahasiswa di sini sudah bertahun-tahun harganya ya segitu-gitu saja. Harga daging sapi juga begitu, kalau daging sapi negeri harganya 48-50 LE/kg sedangkan daging sapi beku (impor) harganya berkisar 30-32 LE harga itu tak beranjak saat Idul Fitri dan Ramadhan. Kalau daging ayam, harga perkilonya 15 LE tapi sempat mengalami kenaikan juga sampai 20 LE/kg namun berbalik normal selang 2 minggu, kenaikan itu juga bukan karena momen istimewa.

Kalau cabe nih, harga perkilonya biasanya 4-5 LE tapi beberapa bulan yang lalu pernah naik hingga 20 LE/kg. Sempat mengalami kelangkaan juga tapi berangsur normal 2 bulan terakhir. Pernah saya beli cabe yang harganya 20 LE/kg, seminggu kemudian saya membeli lagi di tempat yang sama harganya jadi 5 LE/kg wahhh.... cepet banget nih turunnya, gumam saya dalam hati.  Beras juga, harga beras yang biasa saya beli adalah  5 LE/kg setara dengan Rp.7.500, kata mahasiswa beras yang mereka beli malah hanya 90 LE sekarung yang isinya 25 kg. Murah banget ya...

Pokoknya selama saya di Kairo, urusan harga bahan kebutuhan dapur tak pernah naik gila-gilaan. Ditambah lagi harga gas LPG yang sangat murah, sebulan saya hanya membayar 10 LE alias hanya Rp. 15.000 saja. Bandingkan dengan di Indonesia, per tabung isi 12 kg harganya Rp. 85.000 kalau normal tapi kalau pas langka harganya bisa melambung jadi di atas Rp. 100.000 per tabung.

Lahan pertanian di Mesir

1334830894667676170
Salah satu lahan pertanian di Kairo

Sebenarnya jika dibandingkan lahan pertanian di Indonesia, Mesir hanya punya secuil tanah subur yang letaknya di delta sungai Nil selebihnya ya tanah gurun gersang nan tandus. Curah hujan di Mesir hanya maksimal 4 kali dalam setahun, jadi pengairannya cukup mengandalkan sungai Nil saja. Indonesia kita tahu adalah negara agraris  iklim tropis dan curah hujan tinggi sehingga tanahnya sangat ideal untuk pertanian dan perkebunan. Kata Koes Plus kan tanah kita tanah surga sampai-sampai kayu pun bisa ditanam dan dimakan.

Tapi saya heran, dengan lahan pertanian yang secuil itu Mesir bisa memenuhi kebutuhan bahan-bahan pokok warganya dan stoknya tak pernah kurang hingga harga-harga barang relatif stabil. Buah-buahan, sayuran selalu tersedia tanpa mengimpor. Beras juga begitu, entah dimana lahan untuk menanam padi saya pun belum pernah melihatnya. Saya hanya pernah melihat lahan gandum di Kairo karena memang gandum adalah bahan utama pembuat roti yang merupakan makanan pokok orang Mesir.

Soal porsi makan orang Mesir, jangan ditanya deh.. dibandingkan kita orang Indonesia mereka 3 kali lipat porsi makan kita. Setengah ayam hanya untuk sekali makan. Saya pun semakin heran, kenapa dengan kebutuhan makan yang sedemikian jumbo, stok bahannya tak pernah berkurang.

Indonesia Negara Pengimpor??

Negara kita kaya dengan sumber daya alam, namun kerapkali mengimpor sesuatu yang sebenarnya sangat mudah di produksi di dalam negeri. Misalnya saja kedelai, beras, ikan bahkan singkong. Kan jadi aneh kalau disebut negara agraris tapi petaninya miskin lalu jadi negara pengimpor beras yang notabene adalah makanan pokok warganya.
Masa sih kalah dengan Mesir yang punya lahan secuil tapi bisa selalu memenuhi kebutuhan warganya dengan harga yang murah. Saya sih bukan pengamat ekonomi ataupun pakar pertanian jadi saya pun tidak tahu kenapa bisa begitu...  :D

Salam hangat..

*sumber : Tulisan saya di Kompasiana

7/16/2012

Menghitung Rasio Keuangan Keluarga

123rf.com

Menghitung rasio keuangan keluarga merupakan langkah kedua dari cek finansial. Setelah membuat rincian berapa pengeluaran dan pemasukan per bulan, aset bersih yaitu aset dikurangi utang, langkah selanjutnya adalah menghitung rasio-rasio keuangan keluarga.

"Ada beberapa rasio yang penting. Dari pemeriksaan finansial ini dapat diidentifikasi masalah keuangan kita. Pengecekan finansial merupakan langkah awal," kata Mada Aryanugraha, perencana keuangan dari Akbar Financial Check-up.

Rasio pertama adalah rasio likuiditas. Rasio ini mengukur kemampuan keluarga mengubah aset menjadi uang tunai dengan segera. Uang tunai merupakan aset yang paling likuid, sedangkan tanah dan properti paling tidak likuid karena akan diperlukan waktu lama untuk menjadikannya uang tunai.

Aset likuid ini antara lain digunakan untuk membayar pengeluaran bulanan keluarga. Misalnya dalam keadaan tertentu kepala keluarga tidak dapat bekerja dan tidak menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan, maka akan diperlukan aset yang mudah dicairkan agar dapat menutupi keperluan keluarga sehari-hari.

Untuk mengukurnya, bandingkan antara aset likuid berupa uang tunai, tabungan, dan deposito dengan kebutuhan rata-rata dalam satu bulan. Misalnya aset likuid itu berjumlah Rp 10.000.000, sementara pengeluaran sebesar Rp 3.000.000 maka akan dihasilkan 10.000.000 : 3.000.000 = 3,3. Artinya, aset likuid ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga tersebut selama 3 bulan dan 10 hari.

Idealnya, rasio yang disarankan antara 3 dan 6 bulan. Maknanya, sebuah keluarga idealnya memiliki aset likuid yang dapat menghidupi mereka selama 3 hingga 6 bulan jika tidak ada penghasilan. Aset likuid ini dapat dialokasikan sebagai dana darurat.

Porsi aset likuid ini maksimal 15 persen dari total aset yang dimiliki. Jika keluarga terlalu banyak memiliki aset likuid, dikhawatirkan investasinya tidak berkembang maksimal, sementara jika terlalu sedikit aset likuidnya, akan kesulitan jika memerlukan dana dadakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akhirnya, Anda harus berutang ke kanan-kiri, yang berarti juga  menimbulkan masalah baru.

Rasio kedua adalah rasio utang. Rasio ini mengukur perbandingan total pembayaran utang dengan total pendapatan. Hitunglah total utang yang harus dibayar selama satu bulan dengan total pendapatan dalam satu bulan. Utang itu dapat berupa cicilan Kredit Kepemilikan Rumah, Kredit Tanpa Agunan, Kredit Kepemilikan Kendaraan, utang kartu kredit, utang koperasi, atau utang kepada tetangga.

Misalnya, jika jumlah total utang yang harus dibayar dalam satu bulan sebesar Rp 3.000.000, sementara total pendapatan sebesar Rp 10.000.000, berarti Rp 3.000.000: Rp 10.000.000 = 30 persen. Berarti, sebanyak 30 persen dari total penghasilan akan digunakan untuk membayar utang.

Rasio utang maksimum yang ideal adalah 30 persen. Jika total utang yang harus dibayar lebih dari 30 persen, akan membuat pengeluaran terganggu. Akibatnya, terlalu banyak porsi untuk membayar utang sehingga kita tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari termasuk untuk berinvestasi.

Rasio selanjutnya adalah rasio total kekayaan bersih dibandingkan dengan total aset (solvency ratio). Aset bersih didapatkan dari  aset yang Anda miliki dikurangi dengan utang. Misalkan Anda memiliki rumah seharga Rp 500.000.000, tetapi masih berutang kepada bank sebesar Rp 400.000.000, berarti aset bersih Anda hanya Rp 100.000.000 saja.

Contoh perhitunganya, sebuah keluarga memiliki aset bersih sebesar Rp 100.000.000 dengan kekayaan bersih sebesar Rp 20.000.000 maka jika Rp 20.000.000 : Rp 100.000.000 maka didapatkan 20 persen.

Rasio ini sama sekali tidak sehat. Masalahnya, dengan rasio hanya 20 persen sebenarnya Anda tidak mampu menutupi utang Anda dengan aset yang Anda miliki. Akibatnya, Anda dapat mengalami kebangkrutan.

Idealnya rasio ini harus di atas 35 persen. Rasio selanjutnya adalah rasio tabungan. Rasio ini berguna untuk mengukur kekuatan sebuah keluarga dalam menabung atau berinvestasi untuk keperluan di masa datang.

Untuk menghitungnya, bandingkanlah jumlah uang ditabung untuk tujuan investasi dengan pendapatan Anda. Ambil contoh, sebuah keluarga dengan jumlah tabungan atau investasi sebesar Rp 10.000.000 setahun sementara pendapatannya sebesar Rp 100.000.000 maka perhitungannya Rp 10.000.000: 100.000.000 = 10 persen.

Idealnya, minimal Anda menyisihkan pendapatan sebesar 10 untuk ditabung atau diinvestasikan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan seperti dana pendidikan anak atau pensiun.

Rasio yang tidak kalah penting adalah rasio aset investasi berbanding kekayaan bersih. Rasio ini membantu kita untuk melihat kekuatan investasi dalam menopang kehidupan keluarga.

Cara menghitungnya, bandingkan pendapatan dari aset investasi dengan total kekayaan bersih. Misalnya, jika sebuah keluarga memiliki total aset senilai Rp 100.000.000 dengan total utang sebesar Rp 20.000.000, berarti kekayaan bersihnya sebesar Rp 80.000.000. Sementara pendapatan dari aset investasi berupa keuntungan bisnis, bunga, pembagian dividen, uang sewa properti, kenaikan nilai aktiva bersih, kenaikan harga saham, dan lainnya sebesar Rp 2.000.000. Jadi perhitungan rasionya Rp 2.000.000 : Rp 80.000.000 = 2,5 persen.

Angka 2,5 persen menunjukkan bahwa sebesar 2,5 persen aset dari keluarga ini diperoleh dari hasil investasi. Semakin besar persentase pendapatan dari hasil investasi akan semakin baik karena keluarga tersebut tidak bergantung pada gaji saja. Penghasilan dari investasi seperti ini juga disebut penghasilan pasif.

Menurut beberapa perencana keuangan, jumlah aset investasi sebaiknya lebih dari 50 persen dari total kekayaan keluarga. Dengan rutin berinvestasi, secara perlahan rasio ideal ini akan dapat dicapai.

Yuk kita hitung rasio keuangan keluarga ...

*Sumber : KompasFemale



3 Gaya Belajar Anak

thecloroxlounge.com


Masing-masing anak memiliki gaya belajar yang berbeda satu sama lain, hal ini kadang kita orang tua tak menyadarinya. Oleh karena itu, jangan buru-buru menudingnya malas belajar bila nilainya di sekolah menurun. Mungkin penyebabnya karena dia "dipaksa" belajar dengan cara yang bukan gayanya. Coba simak gaya belajar mereka di bawah ini, dan lihat bagaimana hasil belajar mereka dengan gaya tersebut.

1. GAYA BELAJAR AUDITORI (pendengaran)

Kaitannya dengan proses belajar menghafal, matematika dalam hal mengerjakan soal cerita, membaca, dan mengerti isi bacaan.

Ciri pada anak:
- Mudah ingat dari apa yang didengarnya, mudah mengingat apa yang didiskusikan.
- Tak bisa belajar dalam suasana berisik atau ribut.
- Senang dibacakan atau mendengarkan.
- Lebih suka menuliskan kembali sesuatu, senang membaca dengan suara keras, dan pandai bercerita.
- Bisa mengulangi apa yang didengarnya, baik nada, irama, dan lainnya.
- Lebih suka humor lisan ketimbang baca buku.
- Senang diskusi, bicara atau menjelaskan panjang lebar.
- Menyenangi seni musik.

Kendala pada anak:
Sering lupa apa yang dijelaskan guru, sering lupa membuat tugas yang diinstruksikan guru secara lisan, kerap keliru mengerjakan seperti yang diperintahkan guru, dan kesulitan mengekspresikan apa yang dipikirkan.

2. GAYA BELAJAR VISUAL (penglihatan)

Berkaitan dengan proses belajar, seperti matematika (geometri), serta bahasa Mandarin dan Arab atau yang berkaitan erat dengan simbol dan letak-letak simbol. Perbedaan letak simbol bisa berpengaruh karena terjadi perbedaan bunyi.

Ciri pada anak:
      - Lebih mudah ingat dengan cara melihat.
- Tidak terganggu oleh suara ribut saat belajar.
- Lebih suka membaca.
- Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada menjelaskan.
- Tahu apa yang harus dikatakan tapi tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.
- Tertarik pada seni seperti lukis, pahat, gambar daripada seni musik.
- Sering lupa jika harus menyampaikan pesan secara verbal kepada orang lain.

Kendala pada anak:
Utamanya dalam visual motor, seperti terlambat menyalin pelajaran di papan tulis, dan tulisan tangannya berantakan sehingga tak terbaca.


3. GAYA BELAJAR KINESTETIK (gerak)

Kaitannya dengan proses belajar yang membutuhkan banyak gerak, semisal pelajaran olahraga dan percobaan-percobaan sains.

Ciri pada anak:
- Lebih banyak menggunakan bahasa tubuh.
- Menyukai kegiatan atau permainan yang menyibukkan secara fisik.
- Ketika membaca, menunjuk kata-katanya dengan jari tangan.
- Kalau menghafal sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung.
- Belajar melalui praktik langsung atau dengan manipulasi (trik, peraga).
- Banyak gerak fisik dan punya perkembangan otot yang baik.
- Menanggapi perhatian fisik.

Kendala pada anak:
Anak cenderung tidak bisa diam. Anak dengan gaya belajar seperti ini tidak bsia belajar di sekolah-sekolah yang bergaya konvensional di mana guru menjelaskan dan anak duduk diam. Anak akan lebih cocok dan berkembang bila di sekolah dengan sistem active learning, di mana anak banyak terlibat dalam proses belajar.

Nah, yang mana gaya belajar anak Anda?

*Sumber : Kompas Female


Asyiknya Masak saat Jauh dari Tanah Air


Memasak adalah rutinitas utama ibu-ibu. Kegiatan di dapur ini wajib hukumnya buat yang menamakan dirinya perempuan, walaupun jaman sekarang nggak ada lagi batasan atau pengkhususan bahwa memasak hanya untuk kaum hawa. Malah saat ini, kaum adam juga makin eksis dengan kegiatan memasak, jadi profesi malah. Memasak buat seorang ibu bukan hanya sekedar hobi atau kesenangan tapi sudah menjadi tugas dan kewajiban kalau mau disayang sama suami. Walaupun gak wajib juga masak sendiri di rumah. Beli makanan di luar terus diangetin di rumah, namanya masak kan....??? Hehehehe.....

Kalau sudah jadi ibu, kalo nggak bisa masak jadi ada yang aneh deh... Biarpun bukan memasak makanan yang didemokan di TV, paling tidak masak telor dadar atau ceplok, bolehlah.... Tapi masa iya sih anak-anak mau dikasih makan telor ceplok terus.. Bakalan protes atau malah demo di depan ibunya nanti. Atau malah jadi mogok makan... Wahhh.. kalau yang ini jangan sampai deh..

Saya sebenarnya bukan termasuk yang hobi dan juga bukan termasuk pinter masak hehehe... Ngaku ya. Yang penting bisalah biarpun gak trampil-trampil amat. Kadang-kadang malas masak malahan... Loh koq?? Iya kalau lagi malas masak beli aja di warung makan dekat rumah. Lauknya tinggal pilih, bahkan bisa 5 macam lauk untuk menu sehari, keren yah... Coba kalau masak sendiri, 5 macam lauk bisa sehari semalam tinggal di dapur. Tapi untuk urusan budget, masak sendiri jelas lebih irit daripada beli di warung. Kalau belinya sekali-sekali sih bisa dimaklumi, lah kalau tiap hari bisa jebol uang belanja ya..... Kalau gini kira-kira para suami protes nggak ya?? Hehehe..

Malas masak terus beli lauk di warung mungkin nggak masalah atau nggak menemui kesulitan kalau kita tinggal di Indonesia. Banyak warung atau restaurant yang menyediakan makanan sesuai dengan keinginan kita. Mau masakan Padang, Jawa, Sunda atau Manado tinggal pilih saja. Mau yang murah sampai yang mahal tinggal pilih. Mau dibungkus atau santap di tempat, terserah anda.

Nah, masak memasak ini akan jadi masalah kalau kita tinggal di luar negeri. Kebiasaan malas masak rupanya nggak berlaku di negeri orang. Mau beli di mana coba??? Pengen sarapan nasi pecel, atau makan siang pake rendang, terus makan malam beli nasi goreng kambing. Hhmmm.... mikir deh kayak orang hamil lagi ngidam hehehe....

Kejadian nih sama saya sekarang ini. Keterpaksaan kadangkala membuat kita jadi mendadak pinter atau jadi banyak ide. Awalnya males jadi rajin, nggak bisa jadi bisa, atau nggak mungkin jadi mungkin. Duuhhh... kayak ngebahas apaaa gitu ya..  Memang saat kita tinggal jauh dari Indonesia, segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan jadi hal yang sangat penting. Karena urusan lidah nggak bisa di bohongin terutama lidah Indonesia kita ini.

Makanya ketika saya tinggal di luar negeri seperti saat ini, tiap hari harus masak. Padahal ketika tinggal di Indonesia, mungkin seminggu cuma 3 kali masak sendiri, selebihnya beli. Di Mesir sini nggak mungkin pagi-pagi saya nyari sarapan di warung, selain menunya yang nggak cocok, orang Mesir sarapannya itu jam 11 siang. Keburu keroncongan nih perut.

Bahan-bahan masakan yang nggak ditemukan di sini harus ganti dengan yang lain yang sejenis. Pernah nih saya bikin lontong, hampir 10 kali saya mencoba jadi bubur terus sampai saya patah hati tapi tetap nggak mau nyerah dan akhirnya bisa juga. Kalau tinggal di Indonesia, lontong tinggal beli aja di pasar, paling cuma Rp. 1.000. Masak sayur asem yang isinya pakai buncis mungkin kedengarannya nggak lazim kalau kita tinggalnya di Indonesia. Tapi di sini karena yang mirip kacang panjang itu buncis ya dipake aja. Bikin mi ayam, karena belum bisa bikin mie sendiri akhirnya pake aja spagetti. Kalau tinggal di Indonesia, tinggal panggil abang jual mie ayam keliling, paling cuma Rp. 7.000,-

Pengen siomay, bikin sendiri...




Bikin puding enak..




Urap sayuran..



Itu cuma sebagian contoh, masih banyak lagi yang lain... nanti kalau foto makanan di upload semua di sini jadi pada laper yang baca hehehe...

Jadi hikmahnya, memasak sendiri itu menyenangkan ya.... salam :)

7/11/2012

"Andai Ikan Mas itu Ibuku.."



"Hayo jangan lupa sikat gigi.."

"Jangan lupa cuci kakinya sebelum tidur"

"Eh.. jangan ganggu adikmu ya.."

"Eittt... rambutnya disisir dong.."

"Handuknya jangan ditaruh di tempat tidur ya.. "

"Sepatu ditaruh tempatnya tuh.."

"Baju kotornya taruh di keranjang cucian jangan lupa..."

Lalu si anak bergumam sambil memandangi aquarium, "Andai saja ikan mas itu ibuku..."

Sampai sekarang kalau inget percakapan dalam cerita itu, bawaannya pengen ketawa. Koq ya gambarannya pas banget sama saya gitu loh.... bawel.. hehehehe...(ngaku). Sambil bertanya-tanya dalam hati, apa iya sih yang namanya ibu-ibu di seluruh dunia itu bawel? Lha wong percakapan di atas itu ada di buku bacaannya Faiz yang sekolahnya di sekolah Inggris. Mungkinkan ibu-ibu di Inggris itu juga sama bawelnya dengan saya..??

Nggak tau deh kalo ibu-ibu yang lain apakah sebawel ibu yang ada di bukunya Faiz atau malah nggak merasa bawel sama sekali. Rasanya kalau saya nggak bawel nih, rumah tuh bakalan berantakan deh. Anak-anak sekarang koq sepertinya beda banget sama jaman saya dulu, kalau nggak diperintah nggak jalan. Sikat gigi aja pake diingetin tiap hari. Koq ya sepertinya seneng banget dengerin suara merdu ibunya.... hehehe..

Saya inget banget jaman saya SD, ibu saya juga suka nyuruh saya beresin tempat tidur, habis makan piring, sendok dan gelasnya harus di cuci, keramas tiap 2 hari sekali, beresin buku kalau habis belajar, bersihkan rumah kalau sore, nyapu halaman... bla..bla... Tapi ngomongnya juga cukup sekali dua kali saja, setelah itu nggak perlu lagi diomongin otomatis dikerjakan tanpa di perintah. Soalnya nggak suka juga ibu tiap hari ngomelin saya jadi cukup sekali ngomong selanjutnya ya sadar diri kalau itu sudah jadi tugas kita.

Hmmm... rasanya juga saya nggak pengen jadi ibu yang bawel. Pengennya anteng aja kayak si ikan mas itu.

Atau saya bilang, "Ya udah, Ibu jadi ikan mas aja ya.."

Berguru pada Anak, Tak Selamanya Salah


"Kebo Nyusu Gudel" pernahkah anda mendengar pepatah Jawa ini? Belum pernah mendengar atau belum mengerti artinya sama sekali? Kebo Nyusu Gudel artinya kerbau yang menyusu pada anaknya (gudel=anak kerbau). Pepatah ini memiliki arti bahwasanya seseorang yang lebih tua kadangkala harus mau belajar atau berguru pada  orang muda bahkan anak kecil sekalipun.

Kebanyakan dari kita orang tua, merasa menjadi makhluk dewasa yang lebih tahu dari anak-anak yang umurnya notabene di bawah kita. Orang tua juga kadang merasa lebih banyak makan asam garam kehidupan atau memiliki pengalaman hidup lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak sehingga beranggapan ilmunya jauh lebih banyak dari anaknya. Seringkali anak-anak menjadi obyek sasaran pemaksaan sebuah kehendak orang tua. Anak-anak tidak diberi kesempatan untuk menolak dengan alasan-alasan yang sebenarnya masuk akal. Tapi karena orang tua memiliki ego yang besar untuk memaksakan pendapat dan kehendaknya pada anak-anak, maka alasan yang masuk akal pun tidak akan diterima jika datangnya dari anak-anak. Orang tua lebih "pintar" dari anak-anak, itu prinsipnya.

Mana ada sih orang tua yang tidak ingin anaknya sukses? Kalimat sakti ini yang kerapkali menjadi salah satu alasan mengapa para orang tua merasa berhak mengatur anak-anak. Maka tidak heran, lihat saja akhir-akhir ini, anak-anak seperti tidak berdaya mengikuti kemauan orang tua untuk ikut les ini itu demi sebuah "prestise" di mata orang tua yang lain. Juga menjadi obyek kemarahan orang tua jika mereka mendapatkan nilai rapor yang tidak sesuai dengan target. Menimpakan kesalahan sepenuhnya pada mereka karena tidak bisa masuk ke sekolah favorit pilihan orang tua. Bahkan sampai memilih jurusan di perguruan tinggi orang tua merasa harus ikut andil karena orang tua lebih tahu soal ini. Sebuah paradigma berpikir kaum tua yang sudah berlaku turun temurun.

Namun ternyata kedewasaan berpikir bukan dominasi kaum tua yang sudah kenyang dengan pengalaman hidup. Saya melihatnya sendiri bagaimana anak-anak kadang memiliki cara berpikir lebih dewasa dari kita yang dewasa. Sebuah komentar di dinding Facebook anak saya menyadarkan saya bahwa ternyata cara berpikirnya melampaui saya, ibunya. Pandangan soal nilai yang selama ini saya anggap sebagai satu-satunya indikator kesuksesan akademis.
Dia memang mendapatkan nilai tertinggi di kelas dan komentar ini merupakan jawaban dari sebuah ucapan selamat seorang temannya. (Saya copas dari FBnya)

 "Neng selamat yaaa nemnya tertinggi diantara kitaa ^^."  "Iya terima kasih:) Tapi yg penting, nilai itu kebutuhan pendidikan nomer 2^^ Nilai kan g dibawa smpe mati kan?? walaupun nilai itu dibutuhkan dimasa depan, tapi ILMU lah yg dibawa smpe mati dan dibawa ke masa depan;) jadiiii jangan kecewa cuma karena nilai, boleh kecewa tapi utk sekedar dijadiin penyemangat belajar=))"

Poinnya bahwa bukan nilai (angka) yang seharusnya kita tekankan. Bukankan mencari ilmu tidak sama dengan mencari angka? Angka bisa dimanipulasi dengan cara apapun misalnya dengan mencontek atau membeli kunci jawaban seperti dalam UN. Tapi jika ilmu yang kita kuasai, otomatis angka yang diperoleh akan menyesuaikan. Yang bermanfaat sesungguhnya adalah ilmu, bukan angka yang sempurna.

Ahh.... saya ternyata baru menyadari bahwa cara berpikir saya salah soal nilai. Saya terlanjur mengikuti paradigma kebanyakan orang tua. Ternyata saya memang tak lebih dewasa dari anak saya yang berumur 15 tahun. Namun sekarang saya pun harus mengakui kedewasaan berpikir bukan lagi terletak pada umur. Banyak orang dewasa yang berpikir kekanak-kanakan. Jadi apakah salah jika kita berguru pada anak-anak...??


*Sumber dari tulisan saya di Kompasiana

























7/04/2012

Ngerumpi Itu Sehat

cutelypoisoned.com


Perempuan terutama ibu-ibu biasanya identik dengan kegiatan ngerumpi alias suka ngegosip, suka ngomongin orang, suka ngiri sama tetangga, suka shopping apalagi buat ibu yang tidak bekerja atau ibu rumah tangga. Kurangnya kegiatan di rumah karena sudah didelegasikan pada pembantu, membuat ibu rumah tangga memiliki banyak waktu luang di rumah. Kegiatan kerumah tanggaan seperti, memasak, beres-beres rumah, seterika pakaian sampai ngurus anak menjadi tugas para asisten rumah tangga.

Banyaknya waktu luang ini menjadikan ibu-ibu rumah tangga menjadi nganggur alias kurang kerjaan. Jadi untuk mengisinya, apalagi kalau nggak ngegosip ya?? hehehe... Ngegosip juga sudah berbagai macam caranya, dari ngegosip face to face sampai dengan cara yang cukup canggih yaitu pakai gadget atau pakai komputer tablet pokoknya asal bisa ngerumpi aja.. Siapa yang digosipin sih? Ya macam-macam, dari tetangga sampai artis.

Kadang-kadang dari sebuah bahan gosip bisa membuat hubungan seseorang dengan orang lain memburuk lalu tidak akur. Karena penggosip digosipin lagi sama si pendengar gosip pada orang yang digosipkan tadi.. ahhh bingung nggak sihh?? Oke deh gini gampangnya, misalnya nih si A sedang ngegosip tentang si B dan pendengarnya adalah si C. Lalu suatu hari karena si C lagi jengkel sama si A, maka ketika C ketemu dengan B digosipinlah si A yang pernah ngomongin B pada si C. Jadinya ya bisa ditebak, A dan B jadi bermusuhan karena diadu domba sama si C. Belum lagi kalau omongannya ditambah-tambahi sama si C tadi, wahhhh... semakin runyam lagi masalahnya.

Seperti pesan berantai, pesan pertama akan terus terdistorsi jika disampaikan oleh orang yang berbeda-beda.Sehingga pesan yang tersampaikan sesungguhnya bukan pesan yang sebenarnya karena sudah ditambah atau dikurangi.

Ada nggak ngerumpi yang sehat?

Jawabnya ada. Jika kita ngerumpi dengan orang yang tepat. Artinya orang yang memiliki visi dan pandangan yang sama dengan kita dan bahan yang diomongkan juga bukan orang lain. Lalu apa?? 

Bahan rumpian yang sehat ya tentang bagaimana mengurus keluarga dengan baik. Saling berbagi tentang bagaimana memotivasi anak belajar, membuat makanan yang sehat, mengatur keuangan keluarga, memilihkan sekolah yang tepat untuk anak, intinya kita diskusi atau sharing. 

Menghindari ngerumpi yang tidak sehat

Jadi pada dasarnya ngerumpi itu adalah ajang diskusi dan bukan melulu hal yang berbau negatif. Ngerumpi  sebenarnya ajang sosialisasi terutama buat ibu-ibu rumah tangga. Kita mungkin akan mendapat banyak hal baru dari ngerumpi ini. Bayangkan saja jika kita tinggal di sebuah lingkungan perumahan lalu kita nggak pernah keluar dan ngobrol dengan tetangga, jangan heran kalau kita dilabeli sombong oleh tetangga kita. 

Ada beberapa tips jika berada dalam sebuah arena ngerumpi yang tidak sehat. Ini dia tipsnya :
  1. Jadi pendengar yang baik saja. Tidak berkomentar dan tidak menyampaikan bahan rumpian pada orang lain.
  2. Jika tidak bisa meninggalkan arena, usahakan untuk mengalihkan bahan rumpian.
  3. Cari kegiatan positif di rumah, misalnya menanam bunga, menulis, mencoba resep baru, atau menekuni hobi yang lain.
Manusia adalah makhluk sosial, sehingga bersosialisasi adalah hal yang tidak bisa kita hindari. Ngerumpi dan sosialisasi sangat erat hubungannya, tapi memilih dan memilah bahan rumpian juga wajib kita lakukan agar tidak terjebak pada ajang gosip yang kurang bermutu karena pada dasarnya ngerumpi itu sehat. 




7/01/2012

Benarkah Cemburu Berbanding Lurus dengan Cinta??



slucksblog.com

Saya agak sedikit bingung ketika suatu siang seorang teman datang ke rumah sambil menangis. Sebut saja, Rosi nama teman saya ini, bercerita bahwa SMS dan telponnya tidak dijawab oleh sang suami. Dan menurut Rosi suaminya sudah beberapa hari pulang terlambat dari kantor. Rosi curiga suaminya selingkuh dengan teman sekantornya. Beberapa kali Rosi datang ke rumah saya dengan cerita yang nyaris sama, telpon dan SMS nggak pernah dijawab, pulang terlambat, dan kecurigaan lainnya. Dan setiap kali cerita selalu diiringi dengan deraian air mata. Bahkan sampai pernah terlontar kata-kata ingin cerai. Perang mulut seringkali terjadi antara Rosi dan suami karena rasa cemburu dan kecurigaannya. Kadang-kadang perang mulut ini terjadi sepulang suami dari kantor.

Saya sebagai teman dekat tentu saja hanya bisa menjadi pendengar yang baik dan memberikan sedikit nasehat tanpa ikut masuk dalam lingkaran masalahnya. Saya sering bilang kepada Rosi, untuk mencoba berpikir positif tentang suaminya ini. Kalau telepon atau SMS tidak dijawab mungkin saja suami memang sedang sibuk hingga tidak sempat membalasnya. Jika suami pulang malam mungkin saja banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. Berulangkali saya katakan kepadanya untuk mengurangi rasa curiga yang kadang tanpa dasar dan cemburu yang kelewat berlebihan itu. Perceraian rasanya bukan solusi yang baik untuk masalah seperti ini. Lagipula usia perkawinan Rosi sudah 9 tahun, perceraian menurut saya bukan keputusan yang bijak. Hanya emosional saja dan mementingkan ego.

Beberapa waktu berselang, Rosi rupanya menuruti nasehat saya. Dia tidak lagi kalang kabut jika suaminya pulang terlambat, tidak lagi gelisah jika telepon dan SMS tidak dibalas. Dia melayani suami dengan baik dan tidak terlalu banyak ngomel seperti biasa. Pokoknya perubahannya cukup signifikan menurut saya. Tapi apa yang terjadi...???? Keadaan berbalik 180 derajat, entah apa penyebabnya sekarang si suami yang terkesan protektif pada Rosi. Kalau dulu Rosi yang suka curiga saat suami pulang terlambat, kini suaminya yang suka curiga jika terlambat sampai rumah ketika menjemput anak-anaknya dari sekolah atau tempat ngaji. Sampai-sampai menurut Rosi, spedometer motornya dicatat oleh si suami untuk memastikan Rosi tidak kemana-mana setelah menjemput anak-anaknya. Hmmmm...

Menurut Rosi, suaminya berbalik cemburu kepadanya mungkin karena sikapnya kini jauh berubah. Mungkin di mata suaminya, Rosi bukan seperti yang dulu yang sukanya cemburu dan curigaan. Jadi Perubahan sikap Rosi rupanya menimbulkan keanehan di mata sang suami. Dan Diah bilang kepada saya, bahwa ternyata di cemburui dan dicurigai itu sangat tidak enak. Nah lo....

Jadi apa sih sebenarnya cemburu itu? Apakah cemburu sama dengan curiga? Benarkah cemburu itu wujud dari rasa cinta kita kepada pasangan?

Cemburu dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah rasa tidak senang karena orang lain beruntung, kurang percaya atau curiga. Namun dalam sebuah perkawinan atau suatu hubungan, cemburu itu adalah perasaan tidak ingin dinomor duakan oleh pasangan yang terjadi karena perasaan memiliki yang besar. Cemburu, sebenarnya adalah bumbu dalam sebuah perkawinan. Jika anda tidak merasa cemburu jika misalnya suami jalan berdua dengan wanita lain atau sebaliknya, mungkin perlu dipertanyakan juga besarnya cinta anda kepada pasangan. Tetapi cemburu tidak lagi bisa dikatakan sebagai bumbu dalam perkawinan jika melebihi kewajaran. Cemburu yang berlebihan biasanya dilandasi oleh kecurigaan dan ketidak percayaan pada pasangan kita. Padahal saling percaya dan saling menjaga kepercayaan pada pasangan adalah pondasi dasar dalam sebuah perkawinan selain rasa cinta tentu saja.

Jadi bener dong kata orang kalau cemburu itu tanda cinta??? Asal nggak kelewatan, membabi buta hingga membutakan hati, cemburu diperbolehkan dan sah-sah saja. Karena cemburu yang dilandasi kecurigaan berlebihan akan menimbulkan ketidak nyamanan dalam suatu hubungan. Kalau merasa cemburu, katakan terus terang sehingga pasangan tahu bahwa kita cemburu tapi jangan sambil ngamuk-ngamuk, bisa lain hasilnya. Semua kan bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik.

Dan jangan sampai cemburu menguras hati.... capek soalnya.. hehehehe... (EL)

Cerita dari Kantor Mungil yang Punya Segudang Kerja


Bekerja di kantor buat sebagian orang adalah sebuah prestise. Lulus dari perguruan tinggi harapannya tentu bekerja, entah bekerja di perusahaan swasta atau di kantor pemerintahan. Lowongan kerja rasanya nggak sebanding dengan pencari kerja sehingga angka pengangguran di Indonesia cukup tinggi. Persaingan dalam pencarian kerja juga nggak mengenal gender. Pria dan wanita bersaing untuk menduduki posisi yang diimpikan dalam sebuah perusahaan. Ada juga sebagian orang yang memilih untuk berwirausaha. Tujuannya sih tetap saja bekerja untuk mendapat penghasilan.

Dan saya.... sejak lulus dari perguruan tinggi tahun 2000 lalu, saya bekerja menjadi manager keuangan untuk sebuah perusahaan kecil. Bahkan sebelum lulus kuliah saya sudah bekerja di perusahaan ini. Tugas utama sih mengatur keuangan perusahaan tapi merangkap beberapa tugas lain. Karyawan di perusahaan saya ini bisa dikatakan hanya saya dan atasan saya, makanya disebut perusahaan kecil. 

Ada 3 klien yang kami layani, dan itu juga klien tetap perusahaan kami.   Soal gaji, saya cukup fleksibel untuk hal ini, nggak pernah nuntut macem-macem, minta kenaikan gaji misalnya. Karena fasilitas untuk karyawan seperti saya bisa dibilang cukup memuaskan. Jadi nggak ada alasan untuk nggak loyal pada perusahaan kecil ini.

Tugas menyiapkan kebutuhan klien adalah tugas lain yang jadi tugas rutin saya. Jadi saya nggak bekerja di belakang meja, pekerjaan saya menuntut harus mobile dan dinamis. Kadang urusan mendisain ruangan kantor agar suasananya berubah dan tidak membosankan juga jadi pekerjaan di luar tugas utama. Tidak ada asisten yang membatu pekerjaan saya karena saya cukup mampu menjalankan tugas-tugas saya. Walaupun kadang keteteran, tapi saya merasa enjoy dengan pekerjaan saya ini.

Ini kantor mungil saya di Pekanbaru


Soal jam kerja, saya juga cukup fleksibel. Tidak ada batasan waktu untuk bekerja. Kalau dibutuhkan saat malam hari, saya siap melaksanan tugas. Yaaa... demi profesionalisme dalam bekerja saya nggak membatasi tugas juga jam kerja saya. Dan saya menikmatinya.

Hhhmmm.... sebenarnya apa sih pekerjaan saya ini ya?  Kantor mungil tapi segudang pekerjaan.  Saya adalah profesional housewife alias Ibu Rumah Tangga profesional hehehe... Menempatkan diri sebagai manager keuangan membuat saya dituntut untuk profesional jika nggak pengen 'perusahaan' bangkrut. Juga tugas lain yang nggak kalah pentingnya yaitu menyiapkan segala kebutuhan "klien" dari soal finansial, sampai masalah menyiapkan pemenuhan gizi mereka. Pekerjaan yang nggak bisa dibilang sembarangan, memiliki tanggung jawab yang besar dunia akhirat makanya menjadi ibu rumah tangga juga harus profesional kan? Dan saya bangga dengan tugas ini....  (EL)


Dua Masalah Kulit Wanita Asia


Pernahkah Anda sadari saat berkaca, kondisi kulit wajah terlihat sangat kusam dan tidak segar? Anda tidak sendiri. Kondisi kulit wajah, kusam, bercak kecokelatan, juga bintik-bintik hitam karena komedo menahun adalah masalah utama kulit di iklim tropis. Iklim tropis ditandai dengan sinar matahari yang terik, udara panas dan lembab sepanjang tahun. Padatnya aktivitas sering kali membuat kita lupa melakukan perawatan kulit rutin dengan produk yang tepat. Padahal, perawatan kulit inilah yang dalam jangka panjang bisa mencegah kondisi kulit tidak idela tersebut di atas.

1.  Masalah: Bintik-bintik hitam membandel


Menurut dr. Eddy Karta SpKK, timbulnya bintik hitam membandel pada permukaan kulit wanita Asia, dikarenakan meningkatnya produksi sebum yang menyumbat permukaan pori – pori wajah karena kondisi cuaca yang panas dan lembab. "Pada wajah yang tidak terawat dengan baik sebum, yang terus-menerus diproduksi menumpuk bersama kotoran dari
keringat, debu, polusi, dan penggunaan kosmetik di wajah lebih dari 8 jam sehari". Pori-pori yang tersumbat sebum itu, menimbulkan komedo berwarna hitam.

Lakukan Rutin: Tak ada cara lain kecuali membersihkan wajah secara seksama setiap hari, setidaknya sekali sebelum tidur. Pastikan memilih sabun atau pembersih wajah sesuai dengan jenis kulit dan mengandung micro-exfoliation. Formula ini dapat mengangkat sel-sel kulit mati dan sekaligus membantu proses regenerasi pertumbuhan sel-sel kulit baru dengan lembut. Jangan lupa, seminggu sekali lakukan scrub wajah. Sebulan sekali, jika perlu lakukan facial di salon.

2.  Masalah: Bercak Cokelat & Kulit Kusam




Jangan sepelekan sinar matahari yang panas. Kulit wajah yang terus-menerus terpapar sinar matahari langsung tanpa perlindungan maksimal, lambat laun akan mengalami hiperpigmentasi. Kulit wajah yang awalnya terlihat sedikit berbercak cokelat, bisa meluas menjadi pulau-pulau kecil kecokelatan. Kondisi ini makin parah karena bercampur dengan timbunan sel-sel kulit mati. Akibatnya, kulit wajah terlihat kusam.



Lakukan Rutin: Pastikan gunakan produk perawatan kulit Anda sehari-hari (pelembap, krim antikerut, serum dan lain-lain) yang mengandung tabir surya minimal SPF 15. Pilihlah produk pencerah kulit wajah yang mengandung VAO-B3 complex dan alpha lactions yang efektif untuk mencegah intensitas bercak cokelat can timbulnya kulit kusam.

*sumber : femina

Keajaiban Aloe Vera dan Minyak Avokad


Salah satu dampak paling umum dari sinar matahari adalah penuaan dini. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian yang menemukan bahwa 90% dari penuaan dini disebabkan oleh sinar matahari.

Bagi kita yang hidup di daerah tropis, angka tersebut sangat mengkhawatirkan. Sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari bereaksi dengan lapisan dermis kulit yang menyebabkan kolagen lebih cepat rusak daripada biasanya.

Bila hal ini terus terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, maka tubuh tak mampu lagi untuk memperbaiki kolagen. Akibatnya, serat kolagen jadi tidak terstruktur atau disebut dengan solar scar. Bila solar scar ini terus bermunculan, maka kulit akan kehilangan elastisitasnya sehingga timbul kerut.

Bahan dasar alami yang penting itu antara lain adalah:


1. Aloe vera (Aloe barbandensis).



Pertama kali digunakan oleh Ratu Cleopatra untuk merawat kecantikan kulitnya. Aloe vera kini dikenal secara luas karena efek cooling-nya. Tanaman ini bersifat anti-inflamasi, yakni mampu meredakan panas di kulit akibat terbakar matahari. Di dalamnya terkandung banyak vitamin C dan E untuk melembapkan kulit, terutama saat dehidrasi dan membantu proses regenerasi sel kulit. Selain itu, juga kaya akan antioksidan, yang membantu melawan radikal bebas penyebab penuaan dini.




2. Minyak avokad (Persea gratissima).



Avokad adalah buah yang kaya vitamin A, D dan E, potassium, dan sterolin yang dipercaya dapat mengurangi pigmentasi akibat sinar matahari. Minyak avokad juga kaya akan pelembap untuk melembutkan kulit dan membantu dalam proses regenerasi sel kulit baru dan membantu pembentukan kolagen dalam kulit, yang membuat kulit senantiasa kenyal. 



Kedua kandungan ini bersinergi menenangkan kulit yang stres dan terbakar sinar matahari. Usai berpanas-panasan di bawah panas matahari, sangat penting untuk merawat kulit secara intensif. Bila kulit Anda terbakar, gunakan handuk yang dibasahi air untuk membilas tubuh.
Hindari sabun dan produk yang beralkohol. Lanjutkan dengan mengoleskan lotion yang mengandung kedua bahan tersebut. Kulit yang terbakar terkadang bisa menyebabkan demam dan pusing. Berbaringlah sejenak di ruangan yang sejuk untuk mengembalikan suhu tubuh agar normal. Pusing biasanya disebabkan karena dehidrasi. Oleh sebab itu, minumlah banyak-banyak air putih untuk mengembalikan kadar air di dalam tubuh.

Sebaiknya oleskan lotion yang terdapat kandungan aloe vera dan minyak avokad 20-30 menit sesudah berada di bawah panas matahari agar suhu kulit kembali normal, dan kerjanya optimal. Kendati berada di daerah pegunungan yang sejuk, after sun lotion tetap perlu dioleskan.

*sumber : femina
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India