| thecloroxlounge.com |
Masing-masing anak memiliki gaya belajar yang berbeda satu sama lain, hal ini kadang kita orang tua tak menyadarinya. Oleh karena itu, jangan buru-buru menudingnya malas belajar bila nilainya di sekolah menurun. Mungkin penyebabnya karena dia "dipaksa" belajar dengan cara yang bukan gayanya. Coba simak
1.
GAYA BELAJAR AUDITORI (pendengaran)
Kaitannya dengan proses belajar
menghafal, matematika dalam hal mengerjakan soal cerita, membaca, dan mengerti
isi bacaan.
Ciri pada anak:
-
Mudah ingat dari apa yang didengarnya, mudah mengingat apa yang didiskusikan.
-
Tak bisa belajar dalam suasana berisik atau ribut.
-
Senang dibacakan atau mendengarkan.
-
Lebih suka menuliskan kembali sesuatu, senang membaca dengan suara keras, dan
pandai bercerita.
-
Bisa mengulangi apa yang didengarnya, baik nada, irama, dan lainnya.
-
Lebih suka humor lisan ketimbang baca buku.
-
Senang diskusi, bicara atau menjelaskan panjang lebar.
-
Menyenangi seni musik.
Kendala pada anak:
Sering lupa apa yang dijelaskan guru, sering lupa membuat
tugas yang diinstruksikan guru secara lisan, kerap keliru mengerjakan seperti
yang diperintahkan guru, dan kesulitan mengekspresikan apa yang dipikirkan.
2. GAYA BELAJAR VISUAL (penglihatan)
Berkaitan dengan proses belajar, seperti matematika
(geometri), serta bahasa Mandarin dan Arab atau yang berkaitan erat dengan
simbol dan letak-letak simbol. Perbedaan letak simbol bisa berpengaruh karena
terjadi perbedaan bunyi.
Ciri pada anak:
- Tidak
terganggu oleh suara ribut saat belajar.
- Lebih suka
membaca.
- Lebih suka
mendemonstrasikan sesuatu daripada menjelaskan.
- Tahu apa
yang harus dikatakan tapi tak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.
- Tertarik
pada seni seperti lukis, pahat, gambar daripada seni musik.
- Sering lupa
jika harus menyampaikan pesan secara verbal kepada orang lain.
Kendala pada anak:
Utamanya dalam visual motor, seperti terlambat menyalin
pelajaran di papan tulis, dan tulisan tangannya berantakan sehingga tak
terbaca.
3. GAYA BELAJAR KINESTETIK (gerak)
Kaitannya dengan proses belajar yang membutuhkan banyak
gerak, semisal pelajaran olahraga dan percobaan-percobaan sains.
Ciri pada anak:
- Lebih banyak
menggunakan bahasa tubuh.
- Menyukai
kegiatan atau permainan yang menyibukkan secara fisik.
- Ketika
membaca, menunjuk kata-katanya dengan jari tangan.
- Kalau
menghafal sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung.
- Belajar
melalui praktik langsung atau dengan manipulasi (trik, peraga).
- Banyak gerak
fisik dan punya perkembangan otot yang baik.
- Menanggapi
perhatian fisik.
Kendala pada anak:
Anak cenderung tidak bisa diam. Anak dengan gaya belajar seperti ini tidak bsia belajar
di sekolah-sekolah yang bergaya konvensional di mana guru menjelaskan dan anak
duduk diam. Anak akan lebih cocok dan berkembang bila di sekolah dengan sistem
active learning, di mana anak banyak terlibat dalam proses belajar.
Nah, yang mana gaya
belajar anak Anda?
*Sumber : Kompas Female


11.58
Ellys
Posted in:
0 comments:
Posting Komentar