7/01/2012

Benarkah Cemburu Berbanding Lurus dengan Cinta??



slucksblog.com

Saya agak sedikit bingung ketika suatu siang seorang teman datang ke rumah sambil menangis. Sebut saja, Rosi nama teman saya ini, bercerita bahwa SMS dan telponnya tidak dijawab oleh sang suami. Dan menurut Rosi suaminya sudah beberapa hari pulang terlambat dari kantor. Rosi curiga suaminya selingkuh dengan teman sekantornya. Beberapa kali Rosi datang ke rumah saya dengan cerita yang nyaris sama, telpon dan SMS nggak pernah dijawab, pulang terlambat, dan kecurigaan lainnya. Dan setiap kali cerita selalu diiringi dengan deraian air mata. Bahkan sampai pernah terlontar kata-kata ingin cerai. Perang mulut seringkali terjadi antara Rosi dan suami karena rasa cemburu dan kecurigaannya. Kadang-kadang perang mulut ini terjadi sepulang suami dari kantor.

Saya sebagai teman dekat tentu saja hanya bisa menjadi pendengar yang baik dan memberikan sedikit nasehat tanpa ikut masuk dalam lingkaran masalahnya. Saya sering bilang kepada Rosi, untuk mencoba berpikir positif tentang suaminya ini. Kalau telepon atau SMS tidak dijawab mungkin saja suami memang sedang sibuk hingga tidak sempat membalasnya. Jika suami pulang malam mungkin saja banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya. Berulangkali saya katakan kepadanya untuk mengurangi rasa curiga yang kadang tanpa dasar dan cemburu yang kelewat berlebihan itu. Perceraian rasanya bukan solusi yang baik untuk masalah seperti ini. Lagipula usia perkawinan Rosi sudah 9 tahun, perceraian menurut saya bukan keputusan yang bijak. Hanya emosional saja dan mementingkan ego.

Beberapa waktu berselang, Rosi rupanya menuruti nasehat saya. Dia tidak lagi kalang kabut jika suaminya pulang terlambat, tidak lagi gelisah jika telepon dan SMS tidak dibalas. Dia melayani suami dengan baik dan tidak terlalu banyak ngomel seperti biasa. Pokoknya perubahannya cukup signifikan menurut saya. Tapi apa yang terjadi...???? Keadaan berbalik 180 derajat, entah apa penyebabnya sekarang si suami yang terkesan protektif pada Rosi. Kalau dulu Rosi yang suka curiga saat suami pulang terlambat, kini suaminya yang suka curiga jika terlambat sampai rumah ketika menjemput anak-anaknya dari sekolah atau tempat ngaji. Sampai-sampai menurut Rosi, spedometer motornya dicatat oleh si suami untuk memastikan Rosi tidak kemana-mana setelah menjemput anak-anaknya. Hmmmm...

Menurut Rosi, suaminya berbalik cemburu kepadanya mungkin karena sikapnya kini jauh berubah. Mungkin di mata suaminya, Rosi bukan seperti yang dulu yang sukanya cemburu dan curigaan. Jadi Perubahan sikap Rosi rupanya menimbulkan keanehan di mata sang suami. Dan Diah bilang kepada saya, bahwa ternyata di cemburui dan dicurigai itu sangat tidak enak. Nah lo....

Jadi apa sih sebenarnya cemburu itu? Apakah cemburu sama dengan curiga? Benarkah cemburu itu wujud dari rasa cinta kita kepada pasangan?

Cemburu dalam kamus besar Bahasa Indonesia adalah rasa tidak senang karena orang lain beruntung, kurang percaya atau curiga. Namun dalam sebuah perkawinan atau suatu hubungan, cemburu itu adalah perasaan tidak ingin dinomor duakan oleh pasangan yang terjadi karena perasaan memiliki yang besar. Cemburu, sebenarnya adalah bumbu dalam sebuah perkawinan. Jika anda tidak merasa cemburu jika misalnya suami jalan berdua dengan wanita lain atau sebaliknya, mungkin perlu dipertanyakan juga besarnya cinta anda kepada pasangan. Tetapi cemburu tidak lagi bisa dikatakan sebagai bumbu dalam perkawinan jika melebihi kewajaran. Cemburu yang berlebihan biasanya dilandasi oleh kecurigaan dan ketidak percayaan pada pasangan kita. Padahal saling percaya dan saling menjaga kepercayaan pada pasangan adalah pondasi dasar dalam sebuah perkawinan selain rasa cinta tentu saja.

Jadi bener dong kata orang kalau cemburu itu tanda cinta??? Asal nggak kelewatan, membabi buta hingga membutakan hati, cemburu diperbolehkan dan sah-sah saja. Karena cemburu yang dilandasi kecurigaan berlebihan akan menimbulkan ketidak nyamanan dalam suatu hubungan. Kalau merasa cemburu, katakan terus terang sehingga pasangan tahu bahwa kita cemburu tapi jangan sambil ngamuk-ngamuk, bisa lain hasilnya. Semua kan bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik.

Dan jangan sampai cemburu menguras hati.... capek soalnya.. hehehehe... (EL)

Cerita dari Kantor Mungil yang Punya Segudang Kerja


Bekerja di kantor buat sebagian orang adalah sebuah prestise. Lulus dari perguruan tinggi harapannya tentu bekerja, entah bekerja di perusahaan swasta atau di kantor pemerintahan. Lowongan kerja rasanya nggak sebanding dengan pencari kerja sehingga angka pengangguran di Indonesia cukup tinggi. Persaingan dalam pencarian kerja juga nggak mengenal gender. Pria dan wanita bersaing untuk menduduki posisi yang diimpikan dalam sebuah perusahaan. Ada juga sebagian orang yang memilih untuk berwirausaha. Tujuannya sih tetap saja bekerja untuk mendapat penghasilan.

Dan saya.... sejak lulus dari perguruan tinggi tahun 2000 lalu, saya bekerja menjadi manager keuangan untuk sebuah perusahaan kecil. Bahkan sebelum lulus kuliah saya sudah bekerja di perusahaan ini. Tugas utama sih mengatur keuangan perusahaan tapi merangkap beberapa tugas lain. Karyawan di perusahaan saya ini bisa dikatakan hanya saya dan atasan saya, makanya disebut perusahaan kecil. 

Ada 3 klien yang kami layani, dan itu juga klien tetap perusahaan kami.   Soal gaji, saya cukup fleksibel untuk hal ini, nggak pernah nuntut macem-macem, minta kenaikan gaji misalnya. Karena fasilitas untuk karyawan seperti saya bisa dibilang cukup memuaskan. Jadi nggak ada alasan untuk nggak loyal pada perusahaan kecil ini.

Tugas menyiapkan kebutuhan klien adalah tugas lain yang jadi tugas rutin saya. Jadi saya nggak bekerja di belakang meja, pekerjaan saya menuntut harus mobile dan dinamis. Kadang urusan mendisain ruangan kantor agar suasananya berubah dan tidak membosankan juga jadi pekerjaan di luar tugas utama. Tidak ada asisten yang membatu pekerjaan saya karena saya cukup mampu menjalankan tugas-tugas saya. Walaupun kadang keteteran, tapi saya merasa enjoy dengan pekerjaan saya ini.

Ini kantor mungil saya di Pekanbaru


Soal jam kerja, saya juga cukup fleksibel. Tidak ada batasan waktu untuk bekerja. Kalau dibutuhkan saat malam hari, saya siap melaksanan tugas. Yaaa... demi profesionalisme dalam bekerja saya nggak membatasi tugas juga jam kerja saya. Dan saya menikmatinya.

Hhhmmm.... sebenarnya apa sih pekerjaan saya ini ya?  Kantor mungil tapi segudang pekerjaan.  Saya adalah profesional housewife alias Ibu Rumah Tangga profesional hehehe... Menempatkan diri sebagai manager keuangan membuat saya dituntut untuk profesional jika nggak pengen 'perusahaan' bangkrut. Juga tugas lain yang nggak kalah pentingnya yaitu menyiapkan segala kebutuhan "klien" dari soal finansial, sampai masalah menyiapkan pemenuhan gizi mereka. Pekerjaan yang nggak bisa dibilang sembarangan, memiliki tanggung jawab yang besar dunia akhirat makanya menjadi ibu rumah tangga juga harus profesional kan? Dan saya bangga dengan tugas ini....  (EL)


Berdamai Dengan Ibu Mertua


ayushveda.com



Membangun hubungan dengan Ibu mertua mungkin tak sebaik dengan ibu sendiri.  Perbedaan sering membuat ibu mertua menjadi berseberangan. Bagaimana mengatasinya?

1.   Lepaskan diri secara emosional
Jangan terlalu berpikir ibu mertua adalah ibu yang lain. Sementara waktu anggaplah sebagai kenalan biasa. Panggillah ibu mertua Anda dengan namanya secara sopan, lihat bagaimana reaksinya.

2.   Pahami masalah utama
Banyak alasan mengapa ibu mertua sulit menerima Anda sebagai menantu. Bisa jadi karena beliau merasa jadi kurang penting di mata anaknya. Pahamilah alasan-alasan dibalik perilaku yang ditunjukkan ibu mertua, dibanding menganggapnya secara personal.

3.   Beri jarak secara fisik
Anda mungkin perlu membatasi partisipasi dalam setiap acara keluarga pasangan, sementara waktu. Kendati demikian, Anda juga tak harus menjauhkan pasangan dari keluarganya. Anda bisa membatasi kehadiran bersama,selama masih bisa dipahami pasangan.

4.   Jangan terlalu berharap dia akan berubah
Jika Ibu mertua mengkritik, meremehkan hal-hal yang Anda katakan, dan membicarakan keburukan Anda kepada saudara-saudara pasangan, jangan bertindak gegabah. Ingatlah agar tetap menjaga jarak, bahkan ketika beliau sedang bersikap baik. Coba melihat pada perempuan lain yang dapat menjadi teladan, mentor, role model, dan sumber kebaikan. Anda mungkin perlu mencatatnya sebagai factor positif dalam hidup.

5.   Kenali beberapa penyebab ketidak harmonisan
Setelah cukup memberi jarak, coba visualisasikan apa yang telah terjadi. Apa yang dilakukan dan dikatakan ibu mertua, yang membuat Anda emosi. Setelah pemicu dikenali, Anda harus dapat mengendalikan diri  saat hal tersebut terulang.

6.   Jangan memancing emosi
Jika konflik sulit dihindari, cobalah merespon dengan jujur. Jujur bukan berarti kasar. Namun tetaplah tanamkan, jika Anda berhak mengungkapkan apa yang ada dalam benak. Tak perlu takut, jujur saja!

7.   Lucuti rasa bersalah yang kerap dijadikan senjata
Bisa jadi ibu mertua menjadikan rasa bersalah Anda sebagai senjata memenangkan peperangan. Cobalah balik kesadaran dengan menanyakan “Ibu tidak berusaha membuat saya merasa bersalah kan?”. Coba untuk tidak terjerumus dalam taktik manipulatifnya. Jika Anda telah dapat mengatasi ketidakberdayaan, cobalah menyanjung ibu mertua di hadapan orang lain. Atau, tunjukkan bagaimana penting nilai sang Ibu mertua di mata keluarga kecil Anda.

8.   Pikirkan pasangan dan anak-anak
Saat hubungan dengan Ibu mertua  keruh, pikirkan hubungan anak-anak dengan Ibu mertua di masa depan. Anda tak ingin merusak hubungan sang Ibu mertua dengan mereka, bukan? Kadang kala, Anda harus pandai memadamkan emosi demi orang-orang yang dicintai. Tak ada salahnya, Anda mencoba melupakan dan berlaku baik demi mereka.

*sumber : tabloidNova

Dua Masalah Kulit Wanita Asia


Pernahkah Anda sadari saat berkaca, kondisi kulit wajah terlihat sangat kusam dan tidak segar? Anda tidak sendiri. Kondisi kulit wajah, kusam, bercak kecokelatan, juga bintik-bintik hitam karena komedo menahun adalah masalah utama kulit di iklim tropis. Iklim tropis ditandai dengan sinar matahari yang terik, udara panas dan lembab sepanjang tahun. Padatnya aktivitas sering kali membuat kita lupa melakukan perawatan kulit rutin dengan produk yang tepat. Padahal, perawatan kulit inilah yang dalam jangka panjang bisa mencegah kondisi kulit tidak idela tersebut di atas.

1.  Masalah: Bintik-bintik hitam membandel


Menurut dr. Eddy Karta SpKK, timbulnya bintik hitam membandel pada permukaan kulit wanita Asia, dikarenakan meningkatnya produksi sebum yang menyumbat permukaan pori – pori wajah karena kondisi cuaca yang panas dan lembab. "Pada wajah yang tidak terawat dengan baik sebum, yang terus-menerus diproduksi menumpuk bersama kotoran dari
keringat, debu, polusi, dan penggunaan kosmetik di wajah lebih dari 8 jam sehari". Pori-pori yang tersumbat sebum itu, menimbulkan komedo berwarna hitam.

Lakukan Rutin: Tak ada cara lain kecuali membersihkan wajah secara seksama setiap hari, setidaknya sekali sebelum tidur. Pastikan memilih sabun atau pembersih wajah sesuai dengan jenis kulit dan mengandung micro-exfoliation. Formula ini dapat mengangkat sel-sel kulit mati dan sekaligus membantu proses regenerasi pertumbuhan sel-sel kulit baru dengan lembut. Jangan lupa, seminggu sekali lakukan scrub wajah. Sebulan sekali, jika perlu lakukan facial di salon.

2.  Masalah: Bercak Cokelat & Kulit Kusam




Jangan sepelekan sinar matahari yang panas. Kulit wajah yang terus-menerus terpapar sinar matahari langsung tanpa perlindungan maksimal, lambat laun akan mengalami hiperpigmentasi. Kulit wajah yang awalnya terlihat sedikit berbercak cokelat, bisa meluas menjadi pulau-pulau kecil kecokelatan. Kondisi ini makin parah karena bercampur dengan timbunan sel-sel kulit mati. Akibatnya, kulit wajah terlihat kusam.



Lakukan Rutin: Pastikan gunakan produk perawatan kulit Anda sehari-hari (pelembap, krim antikerut, serum dan lain-lain) yang mengandung tabir surya minimal SPF 15. Pilihlah produk pencerah kulit wajah yang mengandung VAO-B3 complex dan alpha lactions yang efektif untuk mencegah intensitas bercak cokelat can timbulnya kulit kusam.

*sumber : femina
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India