Jaman sekarang, kalau nggak punya
akun twitter rasanya koq rada aneh ya? Nggak gaul katanya.. Sampai-sampai
tokoh-tokoh sekelas menteri merasa wajib punya akun twitter. Saya juga punya,
tapi nggak punya follower, kacian deh ya... hehehe. Kalau facebook juga punya
walaupun teman saya nggak sampai 500-an. Bukannya ikut-ikutan tren, tapi
lebih pada kewajiban sebagai orang tua yang kebetulan memiliki anak remaja.
Nyambung nggak sih?
Awalnya saya nggak ngerti twitter
itu apa, tapi setelah cari-cari kesana kemari akhirnya saya temukan juga. Abis
rasanya nggak afdol kalau punya twitter (walaupun nggak punya follower) tapi
nggak ngerti maksudnya hehehe... Twitter itu layanan sosial networking yang
kategorinya microblogging alias ngeblog tapi cuma 1 paragraf
yang maksimal 140 huruf. Kalau diibaratkan facebook itu sepak bola, nah twitter
ini futsal. Kalau blogging itu membuat rumah, maka microblogging itu kandang
ayam. Berbeda dengan facebook yang murni jejaring sosial, twitter ini
adalah jejaring informasi. Nah... saya udah paham sekarang.
Beberapa tahun lalu facebook
mungkin lebih populer dibandingkan twitter, facebook itu kan kakaknya twitter. Facebook lahir tahun
2004 dan twitter 2 tahun setelahnya. Walaupun sampai saat ini facebook populer
tapi nampaknya twitter tak kalah boomingnya. Dan, sekarang saya jadi ngerti
kenapa si kakak jarang aktif lagi di facebook, ternyata dia lebih sering
ngobrol-ngobrol alias ngerumpi sama temennya di twitter.
Punya anak remaja usia belasan
tahun memang agak repot. Mungkin ini juga yang dirasakan orangtua saya dulu ya?
Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Katanya sih, masa
remaja itu adalah masa yang penuh permasalahan, masa terjadinya krisis
identitas dan pencarian jati diri, ingin diakui eksistensi dirinya, suka
memberontak, suka bereksperimen, senang berekplorasi, memiliki banyak khayalan,
mimpi dan sejenisnya serta emosinya yang kerap tidak stabil. Mungkin saya dulu
juga begitu, cuma suka nggak ngerasa aja. Ngerasanya suka nggak cocok sama
ayah, jadi suka berontak gitu hehehe...
Secara umum karakteristik masa
remaja saya dengan anak saya sekarang ini tidak jauh berbeda. Karena memang
begitulah tahap perkembangan psikologisnya, seperti yang saya baca di
artikel-artikel dan buku-buku tentang remaja. Tapi ada beberapa hal yang
perbedaannya sangat signifikan, diantaranya cara mengungkapkan isi hati. Jaman
saya dulu kalau lagi nggak enak hati atau galau istilah sekarang, saya lebih
suka nulis di buku harian. Apa saja saya tulis di buku itu, terutama kalau
nggak ada teman yang nyaman untuk diajak ngomong.
Lain dulu lain sekarang, twitter
yang awalnya sebuah microblogging yang bertujuan sharing informasi saat ini
sudah bergeser fungsi terutama di kalangan remaja sebagai diary tempat curhat.
Apa aja diomongin di twitter, hal nggak penting sekalipun. Dulu jaman
saya remaja curhatnya di buku, remaja sekarang curhat di twitter. Dulu
kalau ada masalah berusaha orang lain nggak tahu, sekarang malah kalau bisa
semua orang tahu. Mungkin ini ya yang namanya menunjukkan eksistensi diri atau
mencari perhatian orang lain.
Makanya saya berpikir cukup
penting untuk orang tua terutama yang memiliki anak remaja memiliki akun
twitter sebagai sarana untuk mengawasi dan menjembatani komunikasi dengan
mereka yang kadang kurang lancar. Dengan twitter saya jadi tahu dia tidak suka
dengan perlakuan saya padanya, saya juga tahu kalau ternyata kata-kata saya
membuatnya tersinggung, dan banyak lagi curahan hati yang mungkin tidak dia
ungkapkan pada saya terungkap di twitter. Itu terjadi bukan hanya pada anak
saya saja, keponakan, sepupu dan adik saya yang berusia remaja juga suka
curhatnya di twitter. Hhhmmm... twitter memang sepertinya sudah menjadi
tempat berkeluh kesah yang nyaman buat mereka.
Memahami remaja bukanlah hal yang
mudah tapi kita dapat mempelajarinya dengan memahami tahap perkembangan
psikologis mereka. Membangun komunikasi yang baik adalah salah satu cara untuk
tidak membiarkan mereka menjadikan hanya twitter teman curhatnya. Dan untuk
mengerti mereka kita sebagai orang tua juga harus "nyemplung" di
dunia mereka, dunia twitter hehehe...


13.57
Ellys
Posted in:
0 comments:
Posting Komentar