7/03/2012

5 Hal Penting Tentang Mencuci Wajah


health.howstuffworks.com


Mencuci wajah dengan benar adalah langkah awal dan krusial dalam merawat kulit wajah. Selain nutrisi produk perawatan kecantikan akan lebih mudah meresap, kulit yang bersih dan sehat akan membantu aplikasi riasan wajah semakin lembut hasilnya. Berikut beberapa hal yang perlu Anda tahu tentang mencuci wajah:

Ini Teknik Yang Benar

Rasa malas membersihkan wajah usai beraktifitas, biasanya membuat kita asal- asalan membersihkan wajah. Padahal tak perlu lama-lama mencuci wajah, yang penting tekniknya tepat. Awali dengan membasahi kulit wajah dengan air hangat, ambil sedikit facial foam, oleskan ke wajah dengan gerakan memutar ke arah atas lalu ke bagian tengah wajah dank e arah luar secara merata. Bilas wajah dengan air dingin. Tak perlu digosok kuat, tapi yang penting lakukan secara merata, agar tak ada sisa riasan yang terbawa tidur dan besoknya Anda harus bangun dengan jerawat baru.

Pilih yang Menenangkan

Pembersih wajah dengan wangi buah atau bunga memang menyenangkan. Tapi, bila pewangi ini mengandung alkohol atau zat pewangi sintetis kadang tidak bersahabat di kulit sensitif. Bagi Anda yang memiliki riwayat wajah sensitif atau mudah kering sebaiknya hindari jenis ini. Pembersih wajah dengan kandungan alami (bebas alkohol) dan berjenis aromatherapy lebih banyak memberi manfaat kesegaran. Wanginya yang lembut dan menenangkan, pasti ampuh mengembalikan mood Anda yang telah lelah beraktifitas seharian.

Cegah Iritasi

Tekstur produk pembersih wajah sangat penting. Umumnya pembersih wajah yang mengandung butiran scrub untuk mengelupas sel kulit mati. Hati-hati. Zat ini berpotensi menyebabkan kemerahan terutama bila kulit terlalu sering dibersihkan atau terlalu kuat digosok. Bila berlangsung terus menerus, kulit berubah menjadi lebih sensitif dan lekas iritasi.

Mitos Kulit Kesat
Kulit kesat setelah membersihkan wajah rasanya menjadi hasil yang diharapkan. Bahkan kita berkali-kali membasuh wajah saat kulit masih terasa ‘agak licin’. Padahal pembersih wajah yang baik tak selalu membuat kulit terasa kesat. Justru tekstur kulit yang terasa lembab menunjukkan bahwa produk pembersih bekerja. Kulit yang terasa kesat itu berarti kelembaban alaminya terkikis.

Cermati Kandungannya

Produk pembersih wajah yang beredar di pasaran saat ini banyak menawarkan banyak kelebihan, seperti mencerahkan, mengangkat komedo, hingga memberi kelembaban sepanjang hari. Hati-hati. Beberapa kandungannya seperti merkuri dan paraben,  tidak hanya menimbulkan iritasi, tapi juga merusak organ tubuh. Produk berbahan kimia memang umumnya lebih sering menimbulkan reaksi alergi di kulit sensitif dibandingkan produk berbahan alami. 

Perhatikan yang boleh dan tidak dalam mencuci muka :

DO

Membasuh tangan dengan sabun antiseptic sebelum mencuci muka. Walau terdengar sepele, tapi ini penting! Karena setelah seharian beraktifitas tangan adalah area tubuh yang paling banyak menyimpan bakteri. Jangan sampai bakteri itu pindah dari tangan ke wajah Anda.

DON’T

Menggunakan sabun mandi untuk membersihkan kulit wajah. Kadar pH (tingkat keasaman sabun) pada sabun mandi lebih keras daripada pembersih wajah. Padahal kulit wajah memiliki tekstur yang lebih lembut daripada kulit tubuh. Pemakaian berkala dapat menyebabkan kadar kelembaban kulit wajah menjadi hilang.


*sumber : Femina

Sekolah : Membangun atau Membunuh Kreativitas..??


Anton adalah nama panggilan tetangga saya. Nama lengkapnya Antonius Teguh Santosa. Dia duduk di kelas 3, sekolah dasar swasta didekat rumah kami.  Ayah dan ibunya berpendidikan S2 dan keduanya berprofesi sebagai pegawai negeri, yang hidup sederhana.Anton sering memanjat pohon mangga yang sedang berbuah, atau main petak-umpet dengan teman-temannya di halaman rumah saya. Kelihatan bahwa Anton anak cerdas, kreatif, dan berani untuk mengungkapkan pendapatnya. Saya sering “berdiskusi” cukup seru, ketika mereka sedang istirahat, setelah lelah bermain. 

 Suatu hari, saya melihat Anton termenung lesu dan duduk dibawah pohon  rambutan di halaman rumah kami. Dia duduk sendirian, sementara teman-temannya berlarian kian-kemari sambil berteriak-teriak tak jelas apa yang dimaksud. Saya dekati dia dan saya tegur, mengapa dia termenung dan tidak ikut bermain.  Sambil tetap memasang muka tak bersahabat, Anton berujar dengan nada mengeluh. “Nilai seni lukis saya dapat jelek”, ujarnya. Saya agak terkejut dengan curhat itu. 
 
Setahu saya, Anton anak yang pandai melukis, dan coretannya selalu out of the box. Saya mulai tertarik dengan diskusi ini, dan meminta Anton kembali ke rumahnya untuk mengambil hasil lukisan tersebut.Tak lama kemudian, sambil setengah berlari, meskipun dengan muka tetap ditekuk, Anton menunjukkan lukisannya yang, menurut saya, sangat luar biasa. Dia menggambar suasana perumahan di kampung kami dengan sangat indah. Jalan-jalan kumuh didekat rumah, disulap menjadi artistik di kertas gambarnya.


Ada catatan dari ibu guru, dipojok atas kertas, yang nampaknya mengomentari warna genteng rumah tetangga. Ia kira-kira berbunyi : “Warna genteng harus merah, hitam atau coklat”, sementara warna di kertas gambar adalah biru, hijau dan bahkan ungu.Ibu guru, dalam cerita diatas, tidak salah. Ia harus memenuhi pakem atau kisi-kisi yang digariskan oleh atasannya tentang warna suatu obyek benda. Mungkin dia hanya kurang memahami bagaimana seorang pendidik harus menyampaikan pesan kepada anak-didiknya. 

Pendidikan bagi anak-anak seusia Anton sangat menentukan, kritikal. Ia bisa mengubah jalan hidup anak-didik. Ia menjadi faktor penentu bagaimana jiwa dan karakter seorang anak terbentuk.  Menjadi positif berkembang, mandeg atau bahkan negatif-terbunuh.  Sementara itu, para psikolog pendidikan yang menganut paham psikologi-positif sangat menganjurkan agar anak seusia Anton mendapat pendidikan dalam suasana yang bebas, demokratis dan interaktif. Bahkan cenderung tak berpola. 
 
Tidak heran bahwa pemikiran anak-didik yang out the box justru menjadi pemicu dan pemacu tumbuh-kembang kreativitas sang anak. Mereka yang mendapat suasana kebebasan dalam berpikir dan mengemukakan pemikirannya, anak-didik yang berani berbeda dengan pakem dan kisi-kisi yang biasa-biasa saja, sang anak yang melakukan kesalahan normatif, cenderung liar dan cenderung melanggar aturan, justru merupakan sumber tumbuhnya anak-bangsa yang kreatif.

Cerita senada dialami anak seusia Anton 10 tahun berselang, yang kecewa dengan guru, karena dihukum ketika memanjat tembok sekolah untuk mengambil bola yang terbuang keluar halaman sekolah.Aturan sekolah mengatakan bahwa keluar halaman sekolah di jam belajar, harus izin kepala sekolah dan, tentunya, harus lewat pintu gerbang. Si anak yang merasa bahwa “aturan” tersebut justru memperlama proses pengambilan bola, sementara waktu-mainnya tinggal sebentar, ambil jalan pintas.Dia memang melanggar aturan sekolah, tetapi sekaligus menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya mempunyai bekal kreativitas yang sangat dibutuhkan untuk berkembang.

Dia mempunyai keberanian untuk memutuskan yang terbaik bagi kelompoknya, dia pengambil keputusan yang decisive, dia berani mengambil resiko, dia mempunyai need of achievement yang tinggi, tapi semuanya itu sangat mungkin musna karena kemudian disalahkan, bahkan dihukum oleh institusi pendidikan, yang namanya sekolah.

Pendidikan yang baik memang harus mempunyai latar-belakang budaya masyarakatnya. Ironisnya, masyarakat Indonesia pada umumnya, yang tercermin pada budaya pendidikan di sekolah-sekolah, justru mempunyai konteks yang bertolak belakang dengan apa yang disyaratkan untuk membangun manusia kreatif.Pendidikan satu arah, instruktif, otoritatif, mengacu pada pola tertentu secara mati, tanpa kebebasan dan dengan tingkat uncertainty avoidance yang tinggi melahirkan anak-bangsa yang cenderung normatif, tidak kreatif, yes-man, introvert dan tidak melahirkan terobosan-terobosan yang dibutuhkan suatu bangsa untuk maju.

Satu hal yang menjadi kendala dalam penciptaan iklim pendidikan seperti diatas adalah syarat ketelatenan dari para pendidik. “Membiarkan” anak-didik untuk berkembang bebas, tanpa merusak pola dan tatanan yang ada, adalah dua hal yang sering sulit dikompromikan. Tetapi, terobosan-terobosan  kreatif dan kesabaran berlebih membuahkan hasil yang mengagumkan, meskipun harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.  Tiba-tiba saya ingat pendapat Andrew S Grove, the former CEO Intel Corporation, yang mengatakan bahwa inovasi tidak akan lahir pada masa dan manusia tenang, ia sering lahir pada situasi anarkis.

*sumber : Kompasiana/Pm Susbandono

Smart Investing: Cara Ampuh Menghindari Penipuan Investasi

stocksonwallstreet.com

Jaman sekarang ini bisa disebut jaman instant karena semua dibuat tanpa melalui proses panjang dan ribet. Bukan cuma makanan yang dibuat instant, pengen cantik juga bisa instant dan bahkan kalau pengen kaya juga bisa dibuat instant. Pokoknya apa saja yang ada hubungannya dengan kehidupan manusia dibuat seminimalis mungkin alias instant, alasannya sih karena manusia semakin dinamis maka proses yang agak rumit tidak lagi diminati.

Lihat saja produk makanan instant yang kian membanjiri pasaran, sampai bikin nasi goreng aja instant hanya perlu waktu 5 menit saja. Padahal kalau ingat jaman saya kecil dulu, ibu saya bikin nasi goreng harus melalui proses memasak nasi dulu lalu meracik bumbu dan menguleknya baru deh menggorengnya sampai jadi nasi goreng yang lezat. Bikin bubur ayam... hanya 3 menit saja, cuma perlu menyeduhnya pakai air panas, jadi deh buburnya.

Belum lagi produk-produk kecantikan, pengen putih dalam waktu singkat? Jangan khawatir, ada krim wajah yang bikin kulit putih dalam waktu tidak lebih dari 1 bulan. Dan dijamin kulit kita jadi putih plus kemerahan kayak kepiting rebus (karena kandungan zat mercuri) hehehe...

Kaya Cara Instan

Pengen kaya? Hmmm,... jaman instant gini nggak perlu nunggu bertahun-tahun, yang namanya manusia pasti akan melakoninya agar cepat kaya. Dari cara yang mustahil (pakai dukun) sampai cara yang (sedikit) cerdas yaitu dengan cyber technology. Pokoknya bagaimana caranya jadi banyak duit tanpa harus berkeringat, jadi kaya tanpa berproses. Ini yang membuat saya prihatin, koq masih ada sih orang yang percaya menjadi kaya tanpa proses usaha. Padahal sudah banyak contoh, bagaimana orang-orang kaya seperti Bill Gates  merintis usaha dari nol hingga menjadi orang terkaya no. 2 di dunia. Dan orang-orang seperti Ir. Ciputra yang menjadi konglomerat di Indonesia harus jatuh bangun membangun usaha hingga usahanya menjadi besar.

Menjamurnya bisnis investasi yang menjanjikan keuntungan besar merupakan jawaban dari kebutuhan sebagian manusia untuk menjadi kaya dengan cara instant hingga mengesampingkan akal sehat. Resiko yang besar tidak lagi dipikirkan karena tertutup oleh keuntungan yang menggiurkan. Lihat saja penipuan investasi juga marak akhir-akhir ini, memanfaatkan kurang realistisnya juga kurang pahamnya pemilik dana dengan bagaimana cara investasi yang sehat.

Sudah tak terhitung banyaknya kasus, korban dan kerugian dari penipuan dengan modus investasi. Di kota besar atau di daerah terpencil, sama saja. Meski demikian, baik pelaku maupun calon nasabah juga tidak serta merta jera. Tidak peduli orang miskin, tak berpendidikan bahkan terdidik, pejabat dan pengusaha, juga menjadi korbannya.

Smart Investing

Ada berbagai macam tujuan orang berinvestasi, sebagai simpanan untuk kebutuhan tak terduga, persiapan dana anak sekolah, persiapan masa pensiun dan lain sebagainya. Dari tujuannya investasi terbagi menjadi 3 jenis yaitu

1. Investasi jangka pendek

Jika kita hanya ingin menyimpan uang dalam waktu kurang dari satu tahun, ini yang disebut investasi jangka pendek. Ada beberapa contoh investasi jenis ini antara lain tabungan, dan saham. Saat menabung di bank kita dapat mencairkannya kapan saja jika dibutuhkan. Walaupun tidak ada penambahan nilai dari uang yang kita simpan, tapi paling tidak uang kita aman daripada kita simpan di rumah. Untuk saham, investasi jenis ini sangat fluktuatif, walaupun dapat dengan mudah kita cairkan dengan keuntungan besar tapi tidak menutup kemungkinan, kerugianlah yang akan kita tanggung.

2. Investasi jangka menengah

Contohnya deposito, emas  dan reksadana. Jika kita ingin menyimpan dana kita dan berharap bertambahnya nilai uang yang kita investasikan dalam waktu lebih dari setahun maka investasi jenis ini yang cocok. Jika deposito cenderung tidak beresiko maka reksadana memiliki resiko walaupun tidak setinggi jika kita bermain saham di pasar saham. Investasi emas termasuk pada jenis investasi jangka menengah dengan resiko yang nyaris tidak ada namun tingkat liquiditasnya sangat tinggi. Harga emas dalam sejarahnya tidak pernah turun jadi tentu saja sangat menguntungkan.

3. Investasi jangka panjang

Berinvestasi dalam bentuk properti dan tanah adalah pilihan investasi untuk jangka panjang yaitu lebih dari 5 tahun. Jika kita ingin menyimpan dana kita untuk simpanan saat pensiun maka pilihan berinvestasi dalam bentuk properti dan tanah sangat disarankan.
Setelah menentukan tujuannya, lalu kita harus tahu resiko dari investasi yang kita pilih. Dari jenis resiko, investasi tersedia dengan ragam resiko dari yang rendah (low risk) sampai yang tinggi (high risk). Ini yang perlu kita kenali, investasi berdasarkan resiko juga terbagi menjadi 3 :
 
  • Investasi risiko rendah : Investasi ini termasuk kategori jangka pendek. Produknya, tabungan berjangka, valas, emas, sukuk atau obligasi syariah, pasar uang, asuransi investasi, ORI, reksa dana, atau unit link.
  • Investasi risiko menengah : Valas, properti, reksa dana, atau unit link bisa menjadi pilihan investasi kategori risiko menengah.
  • Investasi risiko tinggi : Bursa saham termasuk investasi yang berisiko paling tinggi, selain valas atau indeks. Reksa dana atau unit link berbentuk saham juga sangat berisiko tinggi. Maka investasi jenis ini sangat tidak disarankan bagi orang-orang yang memiliki dana yang terbatas. Investasi ini cocoknya buat orang yang uangnya sudah lama parkir hehehe... karena bermain-main di pasar saham jika rugi maka uangnya tidak berbekas. 
Nah, pilihannya kembali pada kita sesuai tujuan masing-masing. Cerdas dalam memilih dan memilah jenis investasi atau SMART INVESTING akan menghindarkan kita dari berbagai bentuk penipuan berkedok investasi. Juga pola pikir yang realistis mengenai harta dan kekayaan, karena umumnya korban penipuan investasi ini adalah orang yang ingin kaya tanpa harus capek.

Penipuan Investasi

Untuk menghindarkan kita dari berbagai penipuan investasi, perhatikan ciri-ciri perusahaan berkedok investasi itu :
 
  1. Mempunyai website yang mentereng dan terkesan bonafid dan seolah-olah merupakan perusahaan besar
  2. Menggunakan metode mirip MLM (Multi Level Marketing) dengan cara member get member dan ada sistem komisi yang besar.
  3. Memberikan kembalian rutin (bisa bulanan) yang luar biasa besar. Menjanjikan imbal balik hingga 17% per bulan. Padahal, di bank-bank umum, bunga deposito di bawah satu tahun saja paling berkisar 4-8%.
  4. Skema investasinya tidak jelas, menyembunyikan diri tentang uang yang sudah terkumpul itu dipakai dan diputar dalam usaha apa.
  5. Minim pemberitaan di koran koran atau majalah majalah yang resm
  6. Membuat berita sendiri dan event sendiri untuk meningkatkan kesetiaan member
  7. Yang sudah terlanjur menjadi member biasanya lupa daratan, dan seperti terkena racun, akan berusaha menggeret dan menarik orang-orang dekat yang sudah dia kenal maupun orang orang yang belum dia kenal dengan harapan supaya bisa cepat kembali modal karena ada komisi yang besar
  8. Para member menjerat mangsa bukan hanya lewat darat bincang bincang sosial di dunia nyata tapi juga lewat web, blog, jejaring sosial, email, sms, bbm, dan sebagainya. Pokoknya segala cara akan ditempuh biar cepat kembali modal.
  9. Daya tarik utama adalah testimoni member yang selama ini tampak lancar lancar saja tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi di pangkal sana; dan hasil rutin yang masuk ke rekening ini semakin menggelapkan mata dan menumpulkan kepekaan pikiran mengenai bagaimana kok bisa datang uang besar besaran secara rutin.

Mudah-mudahan dengan tulisan ini, kita sama-sama menjadi cerdas dalam mengelola dana yang kita miliki. Jangan hanya tergiur keuntungan besar maka kita tertipu sehingga bukan keuntungan yang kita dapatkan, tapi kerugian besar karena uang kita habis tak berbekas.

Ingin kaya bukan larangan karena sebenarnya hal ini adalah manusiawi. Siapa sih yang nggak pengen banyak uang atau kaya? Nah, mungkin caranya yang perlu diluruskan. Kata ayah saya, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

"Tidak ada kesuksesan tanpa proses usaha yang keras. Karena hasil berbanding lurus dengan usaha..."

Salam hangat...
 

7/02/2012

Tanpa Dipaksa, Anak-Anak Bisa Loh Berbahasa Asing




Memperkenalkan bahasa asing?? Banyak orang tua yakin memperkenalkan asing pada anak sejak dini lebih menguntungkan dan efektif. Karena anak-anak lebih mudah menyerapnya tanpa kerja keras . Menurut para ahli, belajar bahasa asing lebih mudah pada anak-anak di bawah umur 10 tahun dan lebih mudah lagi pada balita, sedangkan pada orang dewasa butuh upaya lebih keras untuk mempelajarinya. Saya termasuk yang meyakini pendapat tersebut. Karena sesungguhnya manusia memang diberikan Tuhan kemampuan untuk mengenal beragam bahasa.

Sebenarnya saya tidak mengajarkan pada anak-anak saya bahasa asing (Inggris) secara khusus, karena saya sendiri kurang menguasainya. Komunikasi di rumah malah menggunakan bahasa daerah (Jawa) dan bahasa Indonesia. Anak-anak belajar bahasa Inggris hanya di sekolah, bahasa Inggris pasif bukan aktif. Kami orang tuanya juga tidak memaksakannya untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di luar jam sekolah. Pernah juga 2 anak saya (SD dan SMP) ikut kursus tapi mereka sepertinya tidak betah dengan suasana klasikal yang membosankan menurut mereka.

Beda dengan kedua kakaknya yang sempat saya ikutkan kursus bahasa Inggris walaupun akhirnya tidak betah, si bungsu bahkan sama sekali tidak pernah saya ikutkan kursus. Dia hanya mengenal bahasa Inggris di sekolahnya dan karena saat itu dia masih kelas 1 SD pelajaran bahasa Inggris hanya memperkenalkan kosa kata sederhana seperti nama buah-buahan, warna, dan nama anggota tubuh. Itu saja.

Ternyata hal ini membawa sedikit kegalauan dan kekhawatiran pada saya sebagai ibu ketika kami harus pindah ke luar negeri. Jelas bahasa Inggris yang pasif akan membawa masalah untuk anak-anak kami jika sekolah di sekolah Internasional nanti. Tapi setelah saya berdiskusi dengan suami, kami berketetapan bahwa 2 anak yang besar yang masing-masing kelas 6 SD dan kelas 9 (SMP) akan sekolah di sekolah Indonesia, pertimbangannya selain berada di kelas ujian, mereka akan lebih sulit mengikuti pelajaran di sekolah Internasional yang bahasa pengantarnya adalah bahasa  Inggris. Untung saja di Kairo ada sekolah berkurikulum sama dengan sekolah-sekolah Indonesia jadi tidak ada kesulitan dalam menyesuaikan pelajaran sekolah mereka.


Si bungsu Faiz yang berumur 7 tahun dan saat kami akan pindah ke Kairo dia naik ke kelas 2 SD kami masukkan ke sebuah sekolah Internasional berkurikulum Inggris (British School). Pertimbangannya ya itu tadi, karena dia masih berumur 7 tahun jadi masih mudah untuk belajar bahasa asing dan pelajaran sekolahnya tentu saja belum sebanyak kakak-kakaknya.

Setelah kami daftarkan, lalu sekolah menentukan kapan Faiz harus mengikuti assessment test atau sejenis post test untuk mengetahui sejauh mana kemampuan bahasa Inggrisnya. Mulai dari sini saya agak sedikit khawatir karena Faiz sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan orang asing dan hanya belajar sedikit kosakata dasar di sekolahnya di Indonesia sebelum pindah ke Kairo.

Tibalah hari menegangkan (buat saya) itu, saya datang ke sekolah bersama 2 kakak perempuan Faiz karena ayahnya masuk kerja. Saya lihat Faiz raut wajahnya biasa saja, tidak menyiratkan ketegangan sama sekali. Sampai di sekolah dia di sambut Mr. Graham McRoy untuk diajak ke ruangan test tanpa saya. Saya pikir dia akan menangis karena tegang setelah keluar dari ruangan nanti. Pertama kalinya dia berkomunikasi dengan orang asing seorang diri dalam sebuah ruangan. Saya saja yang sudah dewasa begini merasakan aura ketegangan dalam ruangan itu apalagi anak-anak seumuran Faiz.

Ternyata apa yang terjadi setelah dia keluar dari ruangan? Faiz keluar dengan santai dan senyum khas anak-anaknya. Hmmm... saya pun ikut lega melihatnya. Lalu saya membombardir dia dengan pertanyaan, "Faiz ditanya apa, bisa nggak jawab pertanyaanya, ngapain aja di dalam tadi..?" Lalu apa jawabnya, "Faiz bisa koq, terus kalau nggak ngerti Faiz geleng-geleng aja." Hehehe.... saya tersenyum mendengar jawabannya yang lugu itu.

Hari pertama sekolah, tidak kalah menegangkan untuk saya sebagai ibu. Saya antar Faiz sampai ke dalam kelasnya. Bertemu dengan Miss Coppard, gurunya yang orang Inggris dan 12 orang anak calon teman Faiz yang tentu saja berwajah asing semua, ada yang Jepang, Ghana, Perancis, Jerman, Korea, India dan saya tidak menemukan wajah Indonesia atau Malaysia di dalam kelas Faiz. Kalau ada teman yang bisa berbahasa Indonesia atau Melayu paling tidak saya tidak ragu meninggalkan Faiz sendirian di tengah orang-orang dan lingkungan asing yang sama sekali baru buat anak seumuran dia. Nyatanya semuanya asing, dan saya mau tidak mau harus tega meninggalkan Faiz di sekolah untuk bergabung bersama teman-teman barunya. Akhirnya saya pun pulang dengan galau dan sempat bepikiran pulang sekolah nanti dia akan sesenggukan menangis dan mogok pergi sekolah besoknya.

Selama dia sekolah hari itu, ternyata bukan hanya saya yang dibuat tegang dengan keadaan ini tapi ternyata sang ayah juga tegang. Bolak balik menelpon saya hanya sekedar mengungkapkan kegalauannya (sama dong kayak saya hehehe...). Katanya,"Faiz di sekolah gimana ya? Dia nangis nggak ya?" Tentu saja saya jawab, "Tau deh... tunggu saja sampai jam 3 nanti."  Teng!! jam 3, Saatnya pulang sekolah saya menjemput Faiz pulang sekolah. Ternyata oh ternyata, seharian saya bayangkan dia akan berurai air mata saat pulang sekolah, tidak terbukti. Dia tetap saja santai dengan raut wajah yang tidak tegang dengan senyum seperti biasa. Oalahhh... lega saya.



Beberapa bulan berlalu, saya mengamati perkembangan Faiz dari hari kehari. Pernah kami mencoba untuk menerapkan English day di rumah agar Faiz bisa berkomunikasi aktif  dan menambah kosa kata baru. Tapi ternyata tidak berhasil. Awalnya sih mau, tapi lama-lama program ini luntur dan lenyap karena Faiz tidak pernah mau berbahasa Inggris di rumah. Saya putar DVD belajar bahasa Inggris dia juga tidak pernah tertarik menontonnya. Dan kami tidak memaksanya. 

Tapi kadang-kadang dia keceplosan berbicara dengan bahasa Inggris pada saya. Misalnya; "Ibu, where is my belt?" , "Hey, look at that!", "Yes! I can do it". Tentu saya takjub dengan perkembangannya itu karena hanya berselang 1,5 bulan dia sudah mampu walaupun hanya percakapan yang sederhana. Dia bisa mengerjakan tugas yang diberikan sekolah seperti menyusun kalimat sederhana, soal logika matematika dan tentu saja membaca buku cerita 15 halaman sebagai makanan sehari hari yang jadi PRnya.. Dia juga ikut football club di sekolah karena dia memang hobi main bola.

Saat akhir term tepat 4 bulan Faiz sekolah, ada undangan ke sekolah untuk konsultasi tentang perkembangan anak-anak di sekolah dengan orang tua masing-masing secara personal. Kesempatan menanyakan perkembangan Faiz pada gurunya. Menurut keterangan Miss Coppard, awal masuk sekolah Faiz itu diam di kelas, tidak pernah bergaul dengan teman-temannya, kalau menulis lama sekali. Tapi sekarang, Faiz sudah punya banyak teman dan bergaul tanpa canggung dengan mereka. Komunikasinya terlihat sangat lancar walaupun berkomunikasi dengan saya masih agak malu-malu, kata Miss Coppard. Menulis, mengerjakan soal matematika, belajar IT (komputer) sudah sangat signifikan perubahannya.

Faiz adalah anak yang unik. Dia tidak mau dipaksa belajar, karena akan belajar kalau dirasa perlu dan dia sangat tidak suka dipuji, dia akan ngambek jika saya melontarkan pujian seperti,"wahhh... Faiz hebat ya" di depan orang banyak. Ini yang terjadi tadi malam saat saya tidak sengaja membuka akun facebook-nya. Facebook hanya digunakannya untuk berkomunikasi dengan sepupu dan saudaranya. Saya melihat percakapannya dengan salah seorang sepupunya (kelas 2 SMP) di kolom inbox dengan bahasa Inggris yang saya cukup takjub dibuatnya.
Ini cuplikan percakapan mereka (tanpa di edit) :


Faiz      : Hello, how are you

Fahmi :  hello I'm fine and you

Faiz      : me too

Fahmi : What about your school

Faiz      : Good. I have football club. My team is won 6-0 and than 5-3

Fahmi : oh that's good, you make a gool?

Faiz     :  I made a goal 5 and 4. Is not gool but it was goal.

Fahmi : Yes  I'm wrong hahahaha

Faiz     : I like Arsenal

Fahmi :  i like barcelona and i like messi , what about you ? what your favourite player ?

Faiz     : I like V Persie and Arteta

Fahmi : Why you like he?

Faiz     : Because he was good at playing. What about you?

Fahmi : but messi have very good skill

Faiz     : I know, But arteta he was good at kicking (long kicking)

Fahmi : but ronaldo is better then arteta

Faiz     : I know

Fahmi : yee... all know. Faiz I will go offline goodbye

Faiz     : Bye


Tahukah apa reaksinya ketika saya memuji kehebatan bahasa Inggrisnya di depan ayah dan kakak-kakaknya, "Jangan dikasih tau!! Faiz nggak mau.." Saya pun hanya bisa menyimpan senyum saya melihat reaksinya itu. hehehe...

Saat ini dia juga berani main ke rumah tetangga apartemen kami yang orang Korea dan anaknya satu sekolah dengan Faiz. Saat saya datang ke sekolah menghadiri kegiatan di sekolah saya pun mengamati bagaimana interaksi Faiz dengan teman-temannya. Sungguh saya lihat perkembangan kemampuan bahasanya sangat signifikan. Dari nol atau tidak pernah berbahasa Inggris, dalam waktu 8 bulan dia sudah mampu berkomunikasi aktif dengan bahasa asing. Oh iya, di sekolah dia juga dikenalkan dengan bahasa Arab dan Perancis, dan dia bisa.

Mungkin bisa sedikit saya simpulkan bagaimana tips mengajarkan bahasa asing pada anak-anak tanpa paksaan berdasarkan pengalaman melihat perkembangan Faiz.

  1. Jangan paksakan anak-anak untuk belajar terutama bahasa. Semakin ditekan, materi semakin susah masuknya. Lakukan sambil bermain.
  2. Berikan bahan bacaan semacam buku cerita sederhana berwarna dan bergambar yang jumlah halamannya tidak terlalu tebal (maksimal 20 halaman). Lakukan setiap hari membaca dan sedikit membimbingnya untuk mengetahui artinya. Coba baca e-book yang bisa di download gratis. 
  3. Kalau dia suka main game komputer, jangan dilarang tapi batasi saja waktunya. Karena dari situ banyak kosa kata bahasa Inggris yang bisa dia pelajari.  
  4. Sering nonton film berbahasa Inggris, lebih baik yang ada subtittle bahasa Inggrisnya. Jadi selain mendengar dia juga bisa membaca. Dampingi,  sekaligus sedikit menjelaskan jika ada kosakata yang tidak dia mengerti.

Yang jelas saya telah membuktikan bahwa masa anak-anak terutama di bawah 10 tahun adalah saat yang tepat untuk mengajarkan bahasa asing kepada mereka. Dengan catatan TANPA MEMAKSA...

Seperti pepatah, Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, Belajar saat dewasa seperti mengukir di atas air. 
Selamat mencoba.. Salam.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India