Kata sugesti sering kita dengar saat seseorang di hipnotis
di sebuah acara televisi, "Sugesti diri anda, katakan jika ingin anda
katakan, dan jangan katakan jika anda tidak ingin mengatakannya." Lha koq saya jadi hafal gini ya? hehehe...
Menurut Mas Wiki, sugesti adalah kata serapan dari bahasa
Inggris suggestion yang berarti suatu proses psikologis dimana seseorang
membimbing pikiran, perasaan atau prilaku orang lain. Dari sini bisa kita
menarik benang merah tentang adanya hubungan sugesti dengan hipnotis atau
hypnosis. Hypnosis sendiri berasal dari kata "hypnos" yang merupakan nama dewa tidur dalam mitologi
Yunani. Tapi kondisi hypnotis tidak sama dengan tidur karena orang yang sedang
tidur tidak menyadari dan tidak mendengar suara-suara di sekitarnya.
Sedangkan orang yang sedang dalam keadaan hyposis masih dapat mendengar dan merespon
informasi yang diberikan kepadanya. Jelas bahwa sugesti erat hubungannya dengan
hipnotis.
Tentu saja saya tidak akan membahas soal hipnotis di sini,
tapi membahas tentang kesaktian sebuah mantra bernama sugesti. Kalau hipnotis
itu orang lain yang memberikan sugesti kepada kita. Pertanyaannya, apakah
sugesti hanya bisa diberikan orang lain untuk kita? Bisakah kita mensugesti
diri kita sendiri dalam keadaan tertentu?
Pengalaman soal saktinya mantra bernama sugesti memang saya
rasakan. Seperti saat saya belajar nyetir mobil, sebelumnya saya benar-benar
nol soal penguasaan mengendarai kendaraan roda empat ini. Lha wong nggak punya
mobil hehehe... Sekalinya beli mobil, hanya bisa memandangi dan duduk manis di
dalamnya. Padahal waktu itu mobil nggak dipakai suami ke kantor, jadi nganggur
deh di rumah. Tapi saya orangnya agak sedikit nekat, jadi saya bilang pada diri
sendiri, " Orang lain bisa masa sih saya nggak bisa."
Berbekal ijin suami serta memintanya untuk menjadi
instruktur, mulailah saya belajar
mengendarai kendaraan roda empat yang awalnya hanya bisa saya pandangi. Satu
jam sehari selama seminggu saya belajar nyetir bersama instruktur pribadi saya
itu sampai akhirnya saya bisa. Suatu ketika saya terpaksa harus bawa mobil dan
turun ke jalan sendiri (tanpa pendamping) tentu saja saya agak sedikit grogi
dan ragu melakukan hal itu (lha baru seminggu belajarnya). Apa yang dikatakan
suami pada saya, "Masa sih gitu takut, kamu kan udah bisa.." Sudah
dibilangin begitu, gengsi dong saya kalau nggak bisa menerima tantangannya...
hehehe....
Karena sudah ada modal sulutan tadi, mau tidak mau saya juga sugesti
diri saya sendiri bahwa memang saya mampu untuk menaklukkan tantangan ini. Dan
nyatanya memang saya bisa dan berteriak, Yes!! I can.. Kalau ini sih kelebihan energi, pake
teriak-teriak segala hehehe.....
Hal yang lain yaitu saat saya terpaksa harus berjauhan
dengan suami, ditinggal bertugas berbulan-bulan atau ditinggal training keluar
negeri berminggu-minggu. Saya yang waktu itu tinggal perantauan yang notabene
jauh dari orang tua dan keluarga besar tentu agak sedikit galau saat pertama
kali jauh dari belahan jiwa saya itu (cieeee...). Apa saja harus saya kerjakan sendiri dari
mulai urusan dapur, ngurus kebutuhan anak-anak, mendampingi mereka belajar
sampai hal-hal yang berurusan dengan urusan laki-laki seperti memperbaiki pompa
yang rusak, soal kelistrikan dan sebagainya. Seperti biasa kalau ada masalah,
saya katakan pada diri saya bahwa saya itu BISA. Ada semacam tekad dalam diri
bahwa pantang meminta bantuan orang lain sebelum saya mencobanya sendiri.
Itu juga yang terjadi ketika saya harus meyiapkan segala
sesuatu untuk pindah dari Pekanbaru (Riau) ke Kairo (Mesir). Saya lakukan
semuanya sendiri karena kebetulan suami tidak bisa menjemput saya dan anak-anak
ke Pekanbaru. Dari mulai urusan surat
pindah sekolah anak-anak sampai urusan packing dan pergi ke Kairo sendiri untuk
pertama kalinya bersama 3 orang anak plus barang-barang pindahan. Sempat merasa
keteteran dan sedikit pesimis. Teman-teman, tetangga, saudara juga orang tua
sempat meragukan kemampuan saya melewati ini semua dengan mulus tapi kata-kata
SAYA BISA rupanya menjadi mantra sakti dan sugesti efektif yang membuat saya
menjalaninya walaupun dengan sedikit kendala tanpa mengeluh.
Sakit pun ternyata bisa sembuh dengan sugesti. Eitttsss!!
bukan berarti tidak perlu dokter loh. Kalau kita sakit lalu kita mengeluh
rasanya badan kita yang sakit juga akan bertambah sakit. Coba kalau kita
sugesti bahwa kita bisa sembuh, pasti pengobatan akan jadi efektif. Jadi
sepertinya, sugesti adalah semacam suntikan untuk psikologis atau jiwa manusia.
Dan ini salah satu menghindarkan kita dari yang namanya stress.
Menanamkan sugesti positif seperti ini ternyata menimbulkan
energi yang luar biasa pada tubuh kita.
Bukan saja sugesti dari orang lain tapi yang paling penting adalah
sugesti dari dalam diri kita sendiri. Sugesti positif erat hubungannya dengan
optimis dan positif thinking atau dalam bahasa Al-Qur'an disebut husnudzan.
Berpikir positif, sugesti positif dan optimis terkait erat dengan kesehatan
jiwa karena dapat mengubah keburukan menjadi sesuatu yang baik. Anak-anak juga
harus diajarkan sugesti positif ini
sejak dini, jangan biarkan mereka jadi anak manja, tidak yakin pada kemampuan
serta selalu tergantung pada orang lain.
Jadi tunggu apa lagi....
hindari mengeluh dan sugesti diri anda dengan kata-kata positif. (EL)


10.17
Ellys
Posted in:
0 comments:
Posting Komentar