| healthybodyforkids.com |
Menjaga kesehatan anak menjadi perhatian khusus para ibu, terlebih saat pergantian musim yang umumnya disertai dengan berkembangnya berbagai penyakit. Saat pergantian musim terjadi, tubuh beradaptasi ekstra keras menghadapi perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan. Udara yang semula panas-kering, tiba-tiba menjadi dingin-lembap. Kondisi ini, menimbulkan ketidaknyamanan, juga membuat tubuh mudah terserang penyakit. Umumnya musim pancaroba diawali hujan yang tidak merata. Ini menyebabkan sebagian kawasan masih tetap berdebu dan berudara panas.
Selanjutnya, debu dan kotoran
yang masih tersisa di kawasan tersebut dengan mudah diterbangkan angin ke
kawasan lain, dan menjadi vektor (pembawa) penyakit. Anak-anak, terutama usia
balita, termasuk yang rentan penyakit di musim pancaroba. Kalau dibiarkan,
bukan tidak mungkin berkembang menjadi gangguan kesehatan yang merugikan.
A. Demam
Demam adalah salah satu gangguan
kesehatan yang kerap diderita anak di musim pancaroba. Ini bisa jadi lantaran
baru di musim pancaroba inilah anak-anak digempur serangan berbagai kuman
(biasanya virus) secara besar-besaran. Demam bukan penyakit. Melainkan gejala
bahwa tubuh tengah membangun pertahanan melawan infeksi. Lebih tepatnya, demam
bisa merupakan gejala aneka penyakit. Mulai infeksi ringan sampai yang serius.
B. Penyakit Saluran Pernafasan
Salah satu penyakit anak di musim
pancaroba yang didahului demam adalah penyakit pada sistem pernapasan. Demam
yang merupakan gejala penyakit sistem pernafasan biasanya ringan sampai sedang
(37,4 – 39,4 derajat Celsius).
Tapi pada beberapa kasus
influensa pada anak, demam bisa mencapai 39,9 derajat Celsius. Gejala awal
penyakit saluran pernapasan bisa berupa batuk, yang kadang disertai sesak
napas. Bisa juga berupa batuk yang disertai pilek, bersin-bersin dan
peningkatan suhu tubuh. Bisa juga muncul gejala khusus, yaitu pernapasan yang
tidak normal.
Berdasarkan lokasi yang diserang,
penyakit ini dibedakan menjadi dua:
1. 1. Penyakit
saluran pernapasan bagian atas .
Umumnya gejala
penyakit saluran napas bagian atas lebih ringan, misalnya batuk-pilek. Hanya
saja pada kasus tertentu bisa muncul gejala yang serius, misalnya demam yang
agak tinggi (pada radang tenggorok) dan toksemia atau keracunan (pada difteri).
2. 2. Penyakit saluran pernapasan bagian bawah.
Gangguan di
bagian ini bisa memunculkan bronkopneumonia, yaitu radang paru-paru yang
berasal dari cabang-cabang tenggorokan yang mengalami infeksi, dan
bronkioetitis, yaitu infeksi serius pada cabang terakhir saluran napas yang
berdekatan dengan jaringan paru-paru.
C. Penyakit Saluran Cerna
Di peralihan musim kemarau ke
musim hujan, kasus penyakit ini menjadi tinggi lantaran banyaknya debu dan
kotoran yang berpotensi menjadi vektor. Penyakit ini juga sangat erat kaitannya
dengan pola konsumsi makanan. Sebab penyakit ini umumnya disebabkan kuman atau
virus yang biasa mencemari makanan dan minuman, apakah itu makanan buatan rumah
ataupun makanan jajanan dari luar rumah. Mengingat pola makan anak yang
cenderung semaunya, kemungkinan terjadinya penyakit ini menjadi sangat besar.
Penyakit saluran cerna biasanya
didahului keluhan mencret, mual dan muntah. Gejala muntah dan mencret biasanya
disertai demam, sakit kepala dan mulas-mulas. Tinja anak mungkin tampak
berlendir dan bahkan berdarah (jika penyebabnya bukan infeksi, gejala muntah
dan mencret jarang disertai mulas dan tinjanya pun tanpa lendir dan darah).
Agar tak terjadi hal yang tidak
diinginkan, pertolongan pertama biasanya diprioritaskan untuk menghentikan
muntah dan mencret. Dan setelah diberi penanganan, dalam 3 hari umumnya keluhan
berkurang. Jika tidak, anak perlu mendapatkan penanganan yang lebih serius.
D. Pencegahan dan Pengobatan
- Menjaga asupan makanan anak. Nutrisi yang cukup, sesuai dengan usia, berat badan dan aktivitas anak anda akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit
- Melengkapinya dengan multivitamin. Suplemen ini mengandung beragam vitamin esensial (yang tidak bisa dibuat sendiri oleh tubuh). Bila diberikan secara tepat – komposisi dan dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan anak – multivitamin bisa membantu meningkatkan ketahanan tubuh sehingga tak mudah terserang penyakit pancaroba.
- Pastikan setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut anak adalah yang terjamin kebersihannya. Artinya, selain harus lebih higienis dalam mengolah dan menyiapkan makanan di rumah, bujuklah anak untuk tidak jajan sembarangan.
*sumber : dechacare.com


11.48
Ellys
Posted in:
0 comments:
Posting Komentar